fianjaya.co.id – Langkah blusukan presiden Prabowo Subianto ke kawasan pinggir rel di Senen beberapa waktu lalu ternyata nggak cuma jadi agenda seremonial. Dari situ, muncul rencana besar: bangun hunian layak buat warga yang selama ini tinggal di bantaran rel. Ide ini langsung digas cepat oleh jajaran kabinet.
Read More : Skandal Barang KW Terbongkar, Aliran Duit ke Oknum Bea Cukai Disorot
Dari Janji Hunian ke Drama Lahan
Waktu turun langsung ke lapangan, Prabowo melihat kondisi warga yang jauh dari kata layak. Di situlah dia janji bakal bangun rumah susun (rusun) secepatnya. Targetnya jelas, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bisa punya tempat tinggal yang lebih manusiawi. Nggak lama setelah itu, tim pemerintah langsung bergerak cari lahan. Tapi masalah mulai muncul. Di beberapa titik, lahan negara yang harusnya bisa dipakai justru sudah “dikuasai” oleh organisasi masyarakat alias ormas. Salah satu lokasi yang jadi sorotan ada di Tanah Abang.
Adu Argumen Ara dan Hercules
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait alias Ara, turun langsung ngecek lokasi tersebut. Di sana, dia ketemu dengan Rosario de Marshall, tokoh yang dikenal sebagai pimpinan ormas GRIB Jaya. Di sinilah momen debat terjadi. Ara dengan tegas bilang kalau lahan itu mau dipakai buat bangun rumah rakyat, bukan untuk kepentingan developer atau bisnis.
Di sisi lain, Hercules juga kasih penjelasan. Dia bilang lahan tersebut memang milik negara, tapi saat ini dikelola lewat status HPL (Hak Pengelolaan Lahan). Artinya, mereka cuma mengelola, bukan memiliki. Menariknya, Hercules nggak ngotot. Dia bahkan bilang siap menyerahkan lahan itu kalau memang dibutuhkan negara.
Sinyal Positif Buat Program Rusun
Walau sempat panas, pertemuan itu justru jadi sinyal positif. Ada titik temu antara pemerintah dan pihak ormas. Kalau komunikasi terus dijaga, bukan nggak mungkin pembangunan rusun bisa segera jalan. Program ini sendiri jadi harapan besar buat banyak warga yang selama ini hidup di kondisi serba terbatas. Dengan rusun, setidaknya mereka bisa punya tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan layak. semua balik lagi ke eksekusi di lapangan. Janji sudah ada, lahan mulai dibuka jalan, sekarang tinggal pembuktiannya.
