barang KWbarang KW

fianjaya.co.id – Kasus impor barang KW lagi-lagi bikin heboh. Kali ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lagi serius ngulik dugaan aliran uang dari PT Blueray ke sejumlah pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Ceritanya nggak simpel, dan makin ke sini makin kebuka pola mainnya.

Read More : Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP): Peluang Modal Triliunan untuk Perekonomian Maluku Utara

KPK Dalami Aliran Duit dari Perusahaan

Penyidik KPK udah periksa tiga saksi penting di Gedung Merah Putih, Jakarta. Mereka adalah Muhammad Firdaus, Umar Khayam (pegawai Bea Cukai), dan Sri Hastuti Kumala Dewi dari pihak swasta. Dari pemeriksaan ini, KPK fokus banget ngulik dugaan aliran uang dari PT Blueray ke oknum di DJBC.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, bilang kalau pemeriksaan ini penting buat melengkapi berkas penyidikan. Targetnya jelas, biar kasus ini cepat naik ke tahap penuntutan. Jadi bukan cuma wacana, tapi serius dibawa ke meja hijau.

Modusnya, Barang KW Lolos Tanpa Cek

Nah, ini yang bikin geleng-geleng. Menurut Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, pihak PT Blueray diduga pengen barang impor mereka, yang notabene KW alias palsu—bisa masuk Indonesia tanpa dicek. Bayangin aja, harusnya semua barang impor diperiksa ketat. Tapi kalau ada “main belakang”, barang bisa lolos mulus. Inilah yang lagi diusut: dugaan suap biar proses pemeriksaan dilewatin begitu aja.

Kesepakatan gelap ini disebut-sebut mulai terjadi sekitar Oktober 2025. Beberapa pejabat internal DJBC ikut terseret, termasuk Sisprian Subiaksono dan Orlando Hamonangan yang punya peran di bidang intelijen.

Tersangka Bertambah, Kasus Makin Melebar

Awalnya, KPK menetapkan enam tersangka. Mulai dari pejabat Bea Cukai sampai pihak swasta dari PT Blueray. Nama-nama seperti Rizal, John Field, hingga Dedy Kurniawan masuk daftar.Nggak berhenti di situ, KPK juga nambah satu tersangka baru, yaitu Budiman Bayu Prasojo. Artinya, kasus ini terus berkembang dan kemungkinan masih bisa melebar lagi.

Menariknya, KPK juga lagi ngulik “klaster lain” yaitu cukai rokok. Beberapa pengusaha rokok sudah dipanggil buat dimintai keterangan. Tujuannya? Buat memahami gimana sih sebenarnya mekanisme pengurusan cukai yang selama ini berjalan, dan apakah ada celah permainan juga di sana.

Kasus ini jadi pengingat keras kalau praktik curang di sektor impor masih ada. Barang KW yang harusnya ditolak, malah bisa masuk kalau ada permainan uang. KPK sekarang lagi ngebut beresin berkas dan memperluas penyidikan. Publik tentu berharap kasus ini nggak cuma berhenti di beberapa nama, tapi benar-benar bongkar sampai ke akar. Karena kalau dibiarkan, dampaknya bukan cuma ke negara, tapi juga ke kepercayaan masyarakat.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *