fianjaya.co.id – Isu pengadaan motor listrik program MBG mendadak ramai dibicarakan. Banyak yang mempertanyakan, apakah pembelian kendaraan ini memang penting di tengah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang fokusnya ke kebutuhan pangan.
Read More : Pemerintah Salurkan Rp13,87 Triliun Dana Transfer ke Sumbar
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, akhirnya buka suara. Ia menegaskan bahwa penggunaan anggaran dalam program Badan Gizi Nasional (BGN) seharusnya tetap mengutamakan hal utama, yaitu pemenuhan makanan bagi masyarakat.
Fokus Anggaran Motor Listrik Program MBG Diprioritaskan ke Makanan
Menurut Purbaya, sebelumnya memang pernah ada pengajuan anggaran untuk pembelian motor dan komputer. Tapi, usulan itu ditolak karena dianggap belum menjadi prioritas. Ia menjelaskan, pemerintah ingin memastikan bahwa anggaran motor listrik program MBG tidak menggeser fokus utama program. Intinya sederhana, kebutuhan makan masyarakat harus didahulukan.
Meski begitu, penolakan tersebut bukan berarti pengadaan tidak boleh dilakukan. Hanya saja, pemerintah ingin melihat urgensinya lebih dulu. Kalau memang penting untuk operasional, tentu akan dipertimbangkan kembali. Untuk pengajuan terbaru, Purbaya mengaku masih akan mengecek ulang apakah kebijakan yang sama masih diterapkan atau tidak.
Jumlah Motor Listrik Program MBG Ternyata Tidak Sebanyak Isu
Di sisi lain, Kepala BGN, Dadan Hindayana, meluruskan informasi yang beredar. Ia menyebut angka 70.000 unit motor listrik itu tidak benar. Faktanya, realisasi pengadaan hanya sekitar 21.801 unit dari total pesanan 25.000 unit di tahun 2025.
Jumlah ini jauh lebih kecil dari yang ramai dibicarakan. Motor listrik program MBG ini direncanakan untuk mendukung operasional, khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Distribusi Motor Listrik Program MBG Masih Tertunda
Meski sudah diproduksi, motor-motor tersebut ternyata belum langsung dibagikan. Alasannya, masih ada proses administrasi yang harus diselesaikan. Saat ini, kendaraan tersebut masih dalam tahap pencatatan sebagai Barang Milik Negara (BMN). Setelah semua dokumen lengkap, baru akan didistribusikan secara bertahap. Proses pengadaan sendiri sudah dimulai sejak Desember 2025 dan dilakukan secara bertahap.
Motor Listrik Program MBG Tetap Perlu Dikaji Matang
Dari penjelasan ini, kamu bisa melihat bahwa pengadaan motor listrik program MBG memang bagian dari rencana pemerintah. Namun, tetap ada pengawasan agar tidak melenceng dari tujuan utama. Ke depan, kebijakan seperti ini perlu dikaji lebih matang. Supaya program besar seperti MBG benar-benar fokus pada kebutuhan masyarakat, tanpa mengabaikan efisiensi anggaran.
