Sleman-
Read More : Robot Eksoskeleton Berteknologi AI, Solusi Baru Mendaki Gunung Tanpa Lelah
Ahli Geologi UGM, Ir Gayatri Indah Marliyani, Ph.D., melaporkan terdapat sesar lama di Ibu Kota Kepulauan (IKN) yang rawan gempa.
Peneliti Departemen Teknik Geologi Universitas Gadja Mada (UGM) mengatakan kawasan IKN memiliki struktur lempeng tua di bawahnya.
“Sebenarnya di IKN banyak sesar tua yang berpotensi berfungsi. Ada kajian gempa, mungkin ada gempa magnitudo 4 sampai 5 sepanjang sejarah di sekitar Kalimantan. Banyak juga kejadian sejarah. Kalimantan,” seperti dijelaskan Gayatri dalam pertemuan yang digelar di kampus UGM, Sleman, Jumat (26/4) lalu.
Gayatri kembali menegaskan pernyataan Direktur Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryano bahwa banyak sesar di wilayah IKN. Ini mencakup sesar Maratua, Fai Mangkakerja dan Paternoster, yang merupakan sesar besar meskipun gempanya luar biasa.
Ia meyakini pernyataan BMKG tersebut berdasarkan penelitian yang bertujuan untuk mengurangi risiko.
“Iya betul, pelepasan potensi gempa juga harus fokus pada penelitian lokal, dan di IKN sebenarnya ada kelompok yang bertugas melakukan investigasi khusus terhadap struktur tersebut. alasan untuk memilikinya”.
Meski demikian, Gayatri memastikan gempa di wilayah Kalimantan, khususnya IKN, tidak seaktif di Pulau Jawa. Hal ini disebabkan masih aktifnya bencana lempeng di wilayah Pulau Jawa, terutama akibat konvergensi antara zona subduksi India dan Australia serta Asia.
Sedangkan lempeng di wilayah Kalimantan ditempatkan pada tingkat yang lebih dalam. Letaknya justru berada di atas batu sehingga disebut sebagai bangunan tertua di wilayah Kalimantan.
Pemulihan Kalimantan punya potensi, itu benar, tapi tidak akan terjadi. Menurut pemahaman kita, bidang tekanan geologi di Kalimantan , gempanya tidak terlalu besar Maksimal 4 sampai 5″.
Ia juga meminta para mitra untuk merencanakan secara matang strategi pengurangan produksi dan berkoordinasi dengan tim teknis di lapangan. Hal ini terkait dengan pemenuhan kualitas bangunan tahan gempa.
Di sisi lain, Gayatri juga meminta pihak terkait memahami sifat tanah di Kalimantan. Ia mengingatkan, sifat tanah Kalimantan yang sebagian besar berupa tepung, sangat berbeda dengan wilayah di Pulau Jawa.
“Sifat tanahnya juga berbeda-beda, sehingga desain bangunannya harus diubah. Setiap daerah mempunyai ciri khasnya masing-masing, misalnya seperti daerah berkembang yang jenis tanahnya tanah liat dan jenis tanahnya batuan keras tentunya. , memang berbeda, tapi ini dalam bidang teknologi geologi”.
Gayatri juga meminta masyarakat waspada meski sesar di Kalimantan tidak seaktif sesar di Jawa, Sumatera, dan Laut Selatan. Sebab potensi gempa bisa terjadi kapan saja.
“Memang betul wilayah Jawa, Sumatera, dan Bali di timur tidak berfungsi, lalu Sulawesi ada, lalu Halmahera, Papua berfungsi, tapi Kalimantan sepi, jadi bukan berarti tidak 100 persen. Kemungkinannya ada tetapi tidak seperti kemungkinan lainnya”.
——-
Artikel ini dimuat di detikJogja.
Saksikan video “Pimpinan Pemerintahan Sebut IKN Akan Memerintah Pemerintahan Daerah Tahun Ini” (wsw/wsw)