Jakarta –

Read More : Sekolah-Rumah Sakit Kena PPN 12%, Ini Kriterianya

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadik menyoroti kurangnya perhatian terhadap masalah kesehatan mental di Indonesia. Selain itu, beliau juga menyinggung persoalan kurangnya pemeriksaan kejiwaan, banyak pasien yang terlambat ditangani dan hanya dirawat di rumah sakit jiwa.

Karena itu, Menteri Kesehatan Budi mengatakan pihaknya ingin meningkatkan jumlah pemeriksaan kesehatan jiwa di puskesmas.

“Saya ingin melihat skrining bukan hanya komunitas kita tapi semua puskesmas saya, kita akan skrining melalui kuesioner. Kita bisa melakukan ini lebih baik dengan teknologi, itu metode skrining yang terbukti secara klinis,” kata Menkes. Rabu (24/4/2024) pada rapat Pelayanan Kesehatan Nasional (Raggerkesnas) di ICE BST.

Menteri Kesehatan Budi mengatakan pemeriksaan kesehatan jiwa harus ditingkatkan di puskesmas. Kesehatan mental harus menjadi prioritas, tidak termasuk penyakit menular dan tidak menular.

Saat ini yang masih menjadi pembahasan Kementerian Kesehatan adalah penanganan apa yang bisa diberikan masyarakat setelah skrining jika terdiagnosis gangguan jiwa.

“Kalau ada screening, kita pikirkan bagaimana pengobatannya. Tugas petugas kesehatan adalah mendiagnosis dan mengobati. Jika pemeriksaan ini memberi kita diagnosis yang baik, saya memikirkan cara memperkenalkan psikiatri kepada dokter umum. , operasi diagnosa dini, lalu dorong pengobatannya ke RS umum daerah,” ujarnya.

“Maka kesehatan mental seperti penyakit jantung, kanker, dan stroke akan kita promosikan dari puskesmas, termasuk deteksi dini,” kata Menteri Kesehatan Budi (avk/naf).

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *