Bunten –

Read More : Prabowo Minta Pengusaha Tidak Jual Harga Pangan di Atas HET!

Wakil Menteri Keuangan (Wamenke) 2 Thomas Djiwandono membeberkan isi pembicaraan dengan Presiden terpilih Pravo Subianto mengenai prospek perekonomian ke depan.

Thomas mengatakan, Pravo optimistis mampu mencapai target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang mencakup pertumbuhan ekonomi hingga 8%.

“Apakah Pak Pravo optimis? Tentu saja ya, semua pernyataannya baru-baru ini tentang perekonomian sebenarnya setuju bahwa kita punya peluang 8%. Jadi optimisme jelas tertanam dalam pemikirannya,” kata Thomas dalam media briefing tahun lalu. .

Namun, menurut Thomas, optimisme yang dilandasi pemahaman situasi dan fragmentasi global masih perlu dibenahi. Apalagi dalam situasi global yang penuh ketidakpastian saat ini

Pravo juga telah menyiapkan berbagai program prioritas sebagai rencana jangka panjangnya Salah satunya adalah program gizi gratis yang memiliki tujuan besar untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM).

“Kalau kita tidak optimis, maka kita tidak bisa berinvestasi pada isu-isu jangka panjang. Pak Pravo sangat optimis tapi juga memahami bahwa kondisi dunia sedang tidak baik. Makanya kita pertahankan defisit fiskal tertentu. Kalau tidak bagus, terlalu berlebihan, itu “Bisa mengubah bahaya yang terjadi sebelumnya,” ujarnya. Thomas juga keponakan Pravo

Saat ini, berdasarkan APBN 2025, Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 5,2%. Thomas meyakini, kenyataan yang ada akan bergantung pada kebijakan yang diambil oleh pemerintahan berikutnya.

Thomas menjelaskan, “Apakah kita akan mencapai target lebih dari 5,2% pada APBN 2025? Sekali lagi, kita dan Pak Pravo harus bekerja. Yang penting kita punya infrastruktur yang sangat baik.”

Namun menurut Thomas, untuk dapat mencapai tujuan tersebut diperlukan wahana baru untuk merangsang pertumbuhan atau yang disebutnya sebagai mesin pembangunan.

“Saya sampaikan di sini, kalau kita tidak menemukan mesin pertumbuhan baru, mustahil kita bisa mencapai lebih dari angka yang direncanakan,” kata Thomas.

Selain itu, perekonomian Indonesia sendiri berkaitan dengan konsumsi secara umum Menurut dia, hal itu juga perlu terus didukung agar konsumsi tetap berjalan, namun di saat yang sama juga akan dicari investasi baru dari sektor lain.

“Tidak dalam waktu semalam lagi tidak 8%. Itu yang akan diminta Presiden Probo di kabinet baru,” kata Thomas. (Shq/Hans)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *