Jakarta –
Menteri Komunikasi dan Komunikasi Digital (Menkomdigi) Meutia Hafid mengungkapkan operasional Pusat Data Nasional (PDN) akan tertunda.
Program PDN pertama pemerintah di Cikarang, Jawa Barat dijadwalkan mulai beroperasi pada Agustus 2024.
Rupanya jadwal kerja kembali berubah. Perkembangan terkini itu diungkapkan Meutia saat rapat kerja dengan Komite 1 DPR di Gedung Nusantara II Jakarta, Selasa (11 Mei 2024).
“Kepada PDN bapak dan ibu, perlu kami informasikan mulai sekarang bahwa rencana operasional bulan Januari mungkin tertunda.” Nah ini yang kami terima juga, sedikit terkejut, tapi juga lega, bersiaplah.
Meutia tidak merinci alasan tertundanya operasional PDN Cikarang. FYI, sejak kejadian PDNS 2, pemerintah segera meningkatkan kualitas dan keamanannya, termasuk PDN Cikarang yang masih dalam tahap pembangunan.
“Jadi memang banyak PR (Comdigi). Kalau ada penundaan, mungkin nanti kita akan minta PDNS ke Pengurus Pertama. Anggaran pemekaran PDNS kemarin tidak kita masukkan karena yakin dengan asumsi PDN itu. selesai, tapi sepertinya ada penundaan,” ujarnya.
Terkait peristiwa PDNS 2, Meutja mengatakan permasalahan tersebut sudah dinyatakan selesai sebelum dirinya menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Teknologi.
“Mungkin saya bisa bilang sedikit, tapi tanpa panjang lebar, bahwa pada rapat terakhir yang saya pimpin (Komite 1 DPR), kami juga sampaikan kepada PDNS bahwa semuanya sudah pulih, jadi saya tidak lagi mengatur meja.” Kalau kita maju, kalau kita mau bentuk panitia kerja, kita akan menghemat biaya PDN,” kata Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Teknologi.
PDN Cikarang dijadwalkan selesai pada tahun 2022, dengan luas sekitar 15.994 meter persegi. Proyek ini dibangun dengan pinjaman dari pemerintah Perancis, dengan nilai total 164.679.680 euro, sekitar 2,7 triliun rupiah, dan masa konstruksi 24 bulan.
PDN Cikarang memiliki kapasitas prosesor 25.000 core, memori 200 TB, penyimpanan 40 PB, mekanikal dan elektrikal 20 MW untuk kemampuan operasional yang optimal. Saksikan video “Kominfo: Beberapa Layanan Pusat Data Nasional Mulai Beroperasi” (agt/fai)