Jakarta –
Read More : Demi AI, Alibaba Buka Program Magang untuk Ribuan Freshgrad
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan alasan perubahan nomenklatur Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjadi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), termasuk kedudukan struktur organisasi di Kementerian dia memimpin. .
Meutya Hafid mengatakan pergantian kabinet, khususnya di bidang media dan digital, menekankan pada digitalisasi yang berkelanjutan.
“Presiden memerintahkan untuk mengganti nama menjadi Kementerian Komunikasi dan Digital, sehingga digital juga lebih berbobot,” kata Meutya, dikutip dalam siaran persnya.
Menkominfo menjelaskan, Departemen Umum Sumber Daya Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) dan Departemen Umum Pos dan Informatika (Ditjen PPI) kini digabung menjadi satu, termasuk penyiaran dan pelayanan pos.
“Jadi kami merasa tidak perlu ada dua lembaga besar untuk mengurusnya, tapi fokus pada keberlanjutan. Pertumbuhan adalah yang pertama. Karena industri harus diperlakukan berbeda dari sebelumnya dalam hal regulasi, kami sudah mencerminkan hal itu.” dan perubahan struktural,” katanya.
Terkait Program Sementara Pusat Data Nasional, Ekosistem dan Monitoring Digital yang sebelumnya dikerjakan Departemen Umum Aplikasi Informatika, Menkominfo juga melakukan perubahan.
Jadi, mengenai persiapan menuju bangsa yang cerdas, perlu adanya direktur jenderal khusus, kata Meutya. Kemudian menjadi manajer umum ekosistem digital. Karena kita ingin aplikasi dalam negeri muncul, dan kerja sama dengan teknologi tinggi global juga bisa lebih baik.
Meutya mengatakan, pemerintah juga fokus mengawasi ruang digital sebagai salah satu elemen kunci dalam memberantas kejahatan digital yang merajalela seperti perjudian online.
“Ini termasuk memastikan Internet yang lebih sehat, lebih baik untuk anak-anak, lebih baik untuk perempuan dan memantau aktivitas ilegal, terutama transaksi keuangan ilegal,” tutupnya, dan menunjuk direktur jenderal khusus.
Komdigi memiliki lima departemen, antara lain Direktorat Infrastruktur Digital, Direktorat Teknologi Pemerintahan Digital, Direktorat Ekosistem Digital, Direktorat Pengawasan Ruang Digital, dan Direktorat Ekosistem Digital.
Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan saat Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kominfo) masih menjabat. Sedangkan fokus Meutya di Komdigi adalah penanganan kasus digital. Seperti diketahui, Komdigi menghadapi sejumlah tantangan mulai dari keamanan siber, pemerataan akses internet, promosi industri seluler hingga perjudian online.
Tonton video “Video: Perasaan Pahit Meutya Hafid Saat Anggota Komdigi Ketahuan ‘Membangun’ Laman Judol” (agt/agt)