Jakarta –

Read More : Luhut Sentil yang Suka Kritik Pemerintah, Ungkap Isi Pesan Prabowo

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) ratusan karyawan Tokopedia. Isi Karim, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, mengatakan pihaknya masih memantau PHK akibat e-commerce.

Kalau untuk kabar PHK, masih kami pantau dulu, kata Isy kepada detikcom, Sabtu (15/6/2024).

Selain itu, pihaknya juga akan menanyakan detail pemberhentian tersebut kepada Tokopedia. Namun, ia sudah mendapat informasi dari Tokyopedia saat mendengar kabar PHK tersebut.

Dia mengatakan, banyak posisi yang dipangkas karena alasan efisiensi. Menurut dia, status ganda tersebut mungkin karena Tokopedia diakuisisi oleh TikTok.

Sedangkan berdasarkan penjelasan Tokopedia, PHK dilakukan untuk efisiensi dengan mengurangi redundant operasional akibat integrasi sistem antara Tiktok Shop dan Tokopedia, jelasnya.

Ia menegaskan, pihaknya akan melakukan pengawasan menyeluruh terhadap seluruh pelaku usaha di dalam dan luar negeri melalui Sistem Elektronik (PPMSE). Hal ini sesuai Peraturan Menteri Dunia Usaha Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Berusaha Melalui Sistem Elektronik.

Sebelumnya, induk TikTok, ByteDance, yang kini menjadi pemegang saham mayoritas Tokopedia dikabarkan melakukan PHK massal terhadap 450 karyawan di Tokopedia. Pekerjaan-pekerjaan ini dihilangkan setelah TikTok mengakuisisi Tokopedia.

Berdasarkan laporan Bloomberg, Rabu (12/6/2024), PHK di Tokopedia akan dihapuskan paling cepat pada Juni 2024. Namun, jumlah pasti karyawan yang akan diberhentikan masih dalam pembahasan dan dapat berubah tergantung situasi.

ByteDance tampaknya berusaha memangkas biaya setelah menghabiskan US$1,5 miliar untuk menggabungkan TikTok Shop dengan Tokopedia.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Corporate Affairs Tokopedia dan ShopTokopedia, Nouraini Razak tak membantah kabar yang beredar di masyarakat. Perusahaan melakukan penyesuaian untuk mengkonsolidasikan dan menyelaraskan perusahaan.

“Setelah TikTok merger dengan Tokopedia, kami mengidentifikasi beberapa area yang perlu diperkuat dalam organisasi dan menyelaraskan tim kami agar sesuai dengan tujuan perusahaan,” ujarnya, Jumat (14/6/2024).

Oleh karena itu, kami harus melakukan penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan pada struktur organisasi sebagai bagian dari strategi perusahaan agar dapat terus berkembang,” pungkas Nouraini. Tonton video “Tokopedia: Kategori Sembako Paling Ditargetkan pada Ramadhan 2024” (fdl/fdl)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *