Jakarta –
Read More : Afrika Selatan Sahkan UU Larangan Ujaran Kebencian di WhatsApp
Bank Mandiri Singapura (BMSG) baru-baru ini mengadakan acara bertajuk ‘BMSG First’, dengan mengusung tema ‘Enhancing ESG exposure’. Acara peluncuran ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan peran pegawai Mandiri atau Mandiri dalam menerapkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam operasional perusahaan.
CEO dan Country Head BMSG Tri Nugroho mengatakan, kegiatan tersebut menjadi katalis untuk mengingatkan visi Bank Mandiri terhadap sektor ESG sebagai Sustainable Champion di Indonesia.
“Visi keberlanjutan Bank Mandiri dan implementasi ESG diterapkan di kantor operasional di Indonesia, bersama dengan kantor di luar negeri, khususnya di Singapura,” kata Tri dalam acara tersebut (26/4), mengutip keterangan tertulis, Jumat (27). ) /5/ 2024).
Acara ini menampilkan dua kegiatan, ESG Talks dan pelepasan pakaian daur ulang – ESG Outer BMSG. Diskusi ESG menghadirkan CEO Pable Aryenda Atma sebagai narasumber untuk membahas dampak lingkungan dari gaya hidup yang mengabaikan ESG, serta langkah-langkah untuk mengatasinya.
Acara interaktif ini dilanjutkan dengan penyerahan 70 seragam resmi BMSG. Peluncuran baju ini merupakan wujud komitmen Bank Mandiri Singapura dalam pengelolaan sampah, mendaur ulang pakaian bekas yang dikumpulkan Mandirian dari kampanye #LoopingforLife untuk mendorong sirkulasi, satu lingkaran ke lingkaran lain, melindungi kita manusia.
Pakaian ramah lingkungan ini menggunakan bahan daur ulang yang beratnya lebih dari 50 kilogram. Diperkirakan pembangunannya akan menghemat 675 ribu. liter air atau setara dengan konsumsi air 925 orang dewasa per tahun.
Di sisi lain, produksi pakaian ini menghindari emisi karbon dioksida sekitar 2500 CO2 eq. atau setara penyerapan karbon dengan menanam 114 pohon. Selain itu, produksi outdoor ini juga mempekerjakan 13 orang penjahit dan penjahit yang termasuk dalam departemen yang belum terpakai.
Penyelarasan dengan prinsip-prinsip ESG
BMSG telah menyelaraskan program-program ESG-nya dengan kerangka dan pilar ESG Group Bank Mandiri Indonesia lainnya, yang mencakup tiga pilar, yaitu perbankan berkelanjutan, operasional berkelanjutan, dan keberlanjutan non-perbankan.
Di bawah pilar perbankan berkelanjutan, BMSG telah menerapkan kerangka ESG untuk pemberi pinjaman lama dan baru. pada tahun 2024 31 Maret BMSG menyalurkan pinjaman terkait keberlanjutan sebanyak 90 juta. Selain itu, BMSG juga bekerjasama dengan Mandiri Group di Singapura untuk menjalankan kegiatan usaha terkait aspek ESG, seperti Mandiri Securities Pte. Ltd. (MSPL) sebagai joint manager penerbitan green bond Bank Mandiri untuk investasi klien BMSG, serta Mandiri Investment Management Singapore (MIMS) sebagai manajer investasi Indonesia Impact Fund, dana dampak sosial pertama yang dikelola di Indonesia berdasarkan nilai-nilai ESG.
Di bawah pilar keberlanjutan, BMSG melaksanakan beberapa program terkait operasional kantor berkelanjutan, penggunaan program meja bersih, penghematan energi dan listrik hingga penghematan lampu di siang hari, serta digitalisasi dokumen dan daur ulang kertas.
Di sisi lain, pada pilar keberlanjutan dan perbankan, salah satu contohnya adalah BMSG yang memproduksi pakaian daur ulang yang memberdayakan UKM melalui penjahit dan penjahit.
BMSG juga memastikan transparansi penuh atas pengungkapan ESG, ketika BMSG hingga tahun 2023 membentuk kelompok kerja untuk pengungkapan keuangan terkait perubahan iklim.
Komitmen Bank Mandiri terhadap ESG telah mendapatkan berbagai penghargaan, salah satunya kategori Perusahaan Inovatif Terbaik BEI dalam menyelenggarakan ESG untuk masa depan yang berkelanjutan. Lebih lanjut, Direktur Keuangan dan Perbankan Internasional Bank Mandiri Eka Fitria mengatakan penghargaan ini merupakan bukti kesinambungan penerapan ESG oleh Bank Mandiri.
Kiprah Bank Mandiri di Indonesia menjadi inspirasi bagi kantor-kantor di luar negeri, termasuk BMSG, untuk terus bekerja keras menerapkan prinsip berkelanjutan dalam konteks perbankan, tutupnya. (Sunting)