Jakarta –
Read More : Luhut Curhat ke DPR soal Anggaran: Sedikit, tapi Kerjanya Seabrek!
Dewan Dana Pandemi menyetujui pembayaran sebesar $128,89 juta atau Rp 1,94 triliun (kurs Rp 15.100) untuk menangani wabah cacar monyet atau Mpox. Dana ini didistribusikan ke 10 negara teratas yang terkena dampak epidemi ini.
Berdasarkan pengumuman resmi Dewan Dana Pandemi pada Sabtu (21/09/2024), dana yang disetujui akan diprioritaskan pada negara-negara yang mengalami peredaran Clade I aktif dan menghadapi ancaman akut baru.
Negara penerima manfaat adalah Republik Demokratik Kongo (DRC), Burundi, Rwanda, Uganda, Kenya, Sudan, Djibouti, Ethiopia, Somalia dan Sudan Selatan.
Dukungan ini akan memperkuat kapasitas nasional dan regional di bidang-bidang penting seperti pengawasan penyakit, diagnostik, jaringan laboratorium, dan tenaga kesehatan. Semua hal ini penting untuk memperkuat keamanan kesehatan di wilayah ini sekaligus mengatasi tantangan-tantangan mendesak yang dihadapi bayi.
Lima proyek yang akan didukung dalam distribusi pajak yang cepat akan meningkatkan sistem pengawasan dan peringatan dini nasional dan lintas batas; memperkuat kapasitas laboratorium untuk deteksi penyakit, pengurutan dan pemantauan genom.
Kemudian, mengerahkan tenaga kerja terampil untuk mengidentifikasi ancaman dan keadaan darurat kesehatan serta mendorong koordinasi multi-sektor untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemi melalui pendekatan One Health.
Sebagai bagian dari keputusan penting ini, Dana Pandemi meningkatkan total pendanaan panggilan kedua sebesar 47,4 juta dolar, sehingga total pendanaan menjadi 547,4 juta dolar. Pada bulan Oktober, Dewan Perbendaharaan akan bertemu lagi dan memutuskan distribusi sisa dana dalam rangka panggilan tender kedua.
Dukungan Dana Pandemi untuk negara-negara yang terkena dampak Mpox untuk menerapkan Rencana Kesiapsiagaan dan Respons Kontinental Mpox WHO-Afrika. Bantuan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan benua ini dalam menghadapi ancaman kesehatan saat ini, namun juga memperkuat kemampuannya dalam merespons tantangan di masa depan.
Tonton videonya: Rencana Menteri Kesehatan Kongo untuk mencegah penerima vaksin Mpox
(ini itu)