Jakarta –
Read More : Review Realme 13 Pro+: Zoom Mantap, Cocok untuk Teman Konser
Menteri Perdagangan Zul Kafli Hassan (Zul Al-Haas) menggelar pertemuan bilateral di sela-sela pertemuan para menteri perdagangan dan investasi negara-negara Organisasi Kerjasama Islam/OKI (Trade Priority System-Organization of Islamic Cooperation/TPS-OIC). lakukan Turki .
Zulhas melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan Nigeria, Doris Ozuka-Anne. Beberapa isu penting terkait perdagangan kedua negara, salah satunya adalah kemungkinan mengekspor sebagian produk Indonesia ke Nigeria dan sebaliknya.
Ditambahkannya, dalam pertemuan ini Zalhas juga terpacu untuk terus meningkatkan perjanjian kerja sama kedua negara.
“Nigeria lebih membutuhkan kapasitas ekspor Indonesia seperti minyak sawit (crude palm oil/CPO), onderdil mobil, produk kayu, dan produk kecantikan/kosmetik. Selain itu, Indonesia membutuhkan produk Nigeria seperti biji Kakao, produk pertanian, emas, dan produk logam seperti aluminium,” kata Zulhas dalam keterangannya, Rabu (12/6/2024).
Selain itu, kedua pemimpin juga membahas kemungkinan pertumbuhan ekonomi dan penguatan kerja sama komersial kedua negara. Jika melihat angka tren perdagangan kedua negara selama lima tahun terakhir (2019-2023), menunjukkan hasil yang sangat baik meski masih belum maksimal.
Menurut informasi Kementerian Perdagangan Afghanistan, tingkat perdagangan kedua negara meningkat sebesar 30 persen dan total nilai perdagangan mencapai 4,4 miliar dolar.
Ia mengatakan, “Pertumbuhan perdagangan bilateral telah meningkat sebesar 30% namun hal ini masih bisa terjadi karena Nigeria adalah negara terbesar di kawasan yang kaya akan sumber daya alam.”
Oleh karena itu, Zalhas mengatakan kesinambungan kerja sama antara Indonesia dan Nigeria akan semakin meningkat. Langkah ini dinilai penting agar kedua negara memiliki kepentingan yang sama.
“Indonesia berharap dapat secepatnya menyelesaikan PTA (Preferred Trade Agreement) bilateral dengan Nigeria dimana Indonesia telah memiliki banyak pengalaman dalam perjanjian perdagangan dengan beberapa negara di kawasan lain, sehingga dengan adanya PTA ini kita berharap dapat mempercepat bisnis antara keduanya. , jika kerjasama ini berhasil maka kedepannya akan semakin baik.”
Lanjutnya, “Indonesia dan Nigeria merupakan kekuatan ekonomi utama di kawasan masing-masing, Nigeria merupakan kekuatan ekonomi di benua Afrika, Indonesia merupakan kekuatan ekonomi utama di Asia Tenggara.”
Zulhas juga melaporkan bahwa pemerintah Nigeria menyambut positif pertemuan tersebut. Selain itu, saat ini banyak perusahaan Indonesia yang berinvestasi di Nigeria.
“Nigeria menyambut baik acara ini. Indofood dan Kalbe Farma sudah hadir di Nigeria. Indofood merupakan salah satu eksportir terbesar di Nigeria dan KADIN juga sangat aktif mempromosikan perusahaan Indonesia di Nigeria. Jumlah penduduk 250 juta jiwa, seperti Indonesia, memiliki potensi yang besar. mengekspor mobil “Nigeria punya sejumlah produk yang bisa dieksplorasi,” ujarnya.
Terakhir, melihat potensi besar Nigeria yang kaya akan sumber daya alam dan siap mengundang investor dari Indonesia, Zolas akan mengajak Kaden dan pengusaha Indonesia untuk berbisnis di Nigeria dan menjalankan misi business match.
Beliau mengatakan: “Rencana saya akan mengundang rekan-rekan KADIN dan beberapa pengusaha Indonesia untuk mengikuti kompetisi bisnis di Nigeria dalam waktu dekat jika memungkinkan pada bulan Juli 2024. aktif.”
Sebagai informasi, pertemuan bilateral tersebut digelar di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri Ketiga Organisasi Kerja Sama Islam/OKI (Trade Priority System-Organization of Islamic Cooperation/TPS-OIC) Trade Priority System Trade Negotiations Committee. Pertemuan informal para menteri perdagangan D-8 akan dilaksanakan pada 10-11 Juni 2024 di Istanbul.
Tonton juga video ‘Indonesia siap menjadi tuan rumah KTT D-8 tahun depan’:
(ya/das)