Jaket –
Read More : 25 Negara Paling Ramah di Dunia, Maaf Tidak Ada Indonesia
Kebijakan nol limbah atau nol limbah yang diluncurkan oleh Menteri Hutan Juli Antoni untuk Gunung Youngani menerima respons positif dari aktivis lingkungan. Namun, ada catatan penting dari Siska Nirmala, seorang pendaki dan inisiator pergerakan nol limbah di Indonesia.
Kebijakan Limbah Limbah Nol atau nol telah disajikan untuk mempertahankan kebersihan dan mendorong pariwisata alam yang berkelanjutan. Pendaki sekarang diharuskan melaporkan secara rinci semua bagasi, jenis, untuk dikemas. Plastik yang tersedia dilarang.
Maka makanan dan minuman harus dikemas dalam wadah baru sebagai kotak makanan. Pendaki juga harus menjalani pengemasan, yang berarti bahwa semua benda yang didirikan di gunung harus turun ke kondisi penuh.
Pendaki yang tidak dapat menunjukkan seluruh barang bawaan ketika jatuh dapat didenda hingga 5 juta rp dan daftar hitam.
“Pertama dan yang paling penting, saya menghargai polisi nasional pemuda dan pemerintah untuk peraturan pembatasan limbah ini. Sudah waktunya bagi pegunungan Indonesia untuk memperketat pengelolaan limbah, tidak hanya untuk membatasi jumlah pengunjung, tetapi juga potensi limbah,” kata Sade ketika diwawancarai oleh Detigravel, Selasa (5/2025).
Dia menyebutkan langkah pemuda itu sebagai Taman Nasional pertama, yang secara resmi memiliki konsep nol limbah untuk ditiru. Tetapi gunung -gunung lain seperti Merbabu, bahkan tanpa label nol limbah, sebenarnya telah menerapkan aturan ketat untuk pengelolaan limbah.
“Jika pemuda mulai menjelaskan nol limbah, ini adalah langkah pertama yang baik,” katanya. Puing -puing nol bukan hanya berhenti
Siska menekankan bahwa nol limbah bukan hanya tentang menghentikan pasokan plastik atau daur ulang. Konsep ini juga harus mencakup pengelolaan limbah dan pelatihan.
“Terakhir kali saya pergi ke pemuda September 2024. Pada saat itu tidak ada tempat atau sistem pengelolaan limbah yang berfungsi. Faktanya, nol limbah tidak berhenti diminimalkan, tetapi juga menangani sisa limbah,” katanya.
Dia juga menekankan pentingnya pendidikan yang utuh, terutama untuk pendaki, kiper dan pemandu yang mungkin tidak tahu konsep nol limbah.
“Apakah ada konferensi mengapa pengiriman harus dipindahkan ke wadah? Apakah para pendaki gunung tahu pentingnya tanggung jawab atas limbah? Ini harus jelas. Jangan biarkan konsep limbah nol disesatkan hanya dengan masalah pengemasan perubahan,” kata Sade.
Siska mengatakan metode pendidikan harus beradaptasi dengan sifat wilayah tersebut. Pendidikan di kaki gunung gunung yang benar -benar berbeda dari kota -kota besar. Tujuan untuk pendidikan juga berbeda, dari pendaki berpengalaman ke pintu dan penduduk setempat.
“Pemuda Pendaki Gunung dapat menghabiskan 3 hari 2 malam. Artinya, pengelolaan pengiriman, pemahaman tentang limbah dan tanggung jawab untuk itu harus dipahami dengan cermat,” Sadea Siska.
Pemerintah menjadikan Gunung Mounta sebagai model kebijakan nol limbah untuk semua taman nasional di Indonesia. Menteri Hutan Juli Antoni menekankan langkah ini untuk menciptakan area konservasi yang lebih bersih. #Gunungrinjani #peaki #mountain ♬ suara asli – detictravel menonton video “Video: Gunung Gunung menjadi contoh Taman Limbah Nasional di Indonesia” (Wanita/DDN)