Jakarta –

Read More : Buka-bukaan Jessie J Idap Gangguan Mental ADHD dan OCD

Sebuah misi multidisiplin yang dipimpin oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pergi ke Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza utara pada tanggal 5 April untuk melakukan penilaian awal mengenai tingkat kerusakan. Dicatat juga bahwa ada kebutuhan untuk mengarahkan perusahaan agar pulih di masa depan.

Misi yang sangat kompleks ini dilaksanakan melalui kolaborasi dan kerja sama yang erat dengan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Layanan Pekerjaan Ranjau PBB (UNMAS), dan Departemen Keselamatan dan Keamanan PBB (UNDSS). dengan rumah sakit. Pejabat Direktur.

Sebelum misi tersebut dilaksanakan, upaya WHO untuk menjangkau rumah sakit untuk mengevakuasi pasien dan staf secara medis serta melakukan penilaian ditolak, ditunda, atau diblokir sebanyak enam kali antara tanggal 25 Maret dan 1 April.

Seperti sebagian besar wilayah utara, Rumah Sakit Al-Shifa, yang pernah menjadi rumah sakit rujukan terbesar dan terpenting di Gaza, kini ditinggalkan setelah pengepungan terbaru. Tidak ada pasien yang tersisa di fasilitas tersebut.

Sebagian besar bangunan rumah sakit rusak parah atau hancur, dan sebagian besar peralatan tidak dapat digunakan atau menjadi abu.

“Perang yang sedang berlangsung telah membuat fasilitas-fasilitas ini tidak berfungsi sama sekali, sehingga semakin mengurangi akses terhadap layanan kesehatan yang menyelamatkan nyawa di Gaza,” kata tim WHO, Senin (22/4/2024), seperti dikutip dari situs WHO.

Memulihkan fungsi minimal sekalipun dalam jangka pendek tampaknya tidak masuk akal dan akan memerlukan upaya besar untuk menilai dan membersihkan lahan dari persenjataan yang tidak meledak. Hal ini tentunya berguna untuk menjamin keselamatan dan aksesibilitas mitra pengangkutan peralatan dan perbekalan.

Bangsal darurat, bedah, dan bersalin di rumah sakit tersebut mengalami kerusakan parah akibat bahan peledak dan kebakaran. Dinding barat unit gawat darurat dan dinding utara unit perawatan intensif neonatal dibongkar.

Sedikitnya 115 tempat tidur IGD terbakar, 14 inkubator NIKK, serta harta benda lainnya musnah. Penilaian terperinci oleh tim insinyur diperlukan untuk menentukan apakah bangunan tersebut aman untuk digunakan di masa depan.

Pabrik oksigen rumah sakit juga hancur, sehingga Rumah Sakit Kamal Advan menjadi satu-satunya sumber produksi oksigen medis di wilayah utara. Evaluasi komprehensif lebih lanjut sangat penting untuk menilai fungsi peralatan penting seperti pemindai CT, ventilator, alat sterilisasi, dan peralatan bedah, termasuk peralatan bedah dan peralatan anestesi.

Situasi saat ini telah menyebabkan Gaza utara tidak memiliki kemampuan CT dan mengurangi kapasitas laboratorium secara signifikan, sehingga sangat mengurangi efisiensi diagnostik, yang pada gilirannya akan meningkatkan potensi kematian.

Lebih lanjut, WHO juga melaporkan bahwa banyak kuburan dangkal yang digali di luar unit darurat, serta gedung administrasi dan bedah. Di kawasan yang sama, banyak jenazah yang terkubur sebagian dengan bagian tubuh yang terlihat. Dalam kunjungan tersebut, pegawai WHO melihat sedikitnya 5 jenazah, sebagian tertutup tanah, terkena panas.

Tim melaporkan bau menyengat mayat membusuk memenuhi kompleks rumah sakit. Menjaga martabat, bahkan dalam kematian, adalah tugas kemanusiaan yang sangat diperlukan.

Menurut penjabat direktur rumah sakit Al Shifa, para pasien berada dalam kondisi buruk selama pengepungan. Mereka menghadapi kekurangan makanan, air, layanan kesehatan, kebersihan dan sanitasi dan terpaksa pindah ke bangunan lain di bawah todongan senjata.

Sedikitnya 20 pasien dikabarkan meninggal dunia akibat kurangnya perawatan dan terbatasnya pergerakan petugas kesehatan.

Enam bulan, setengah tahun setelah perang, penghancuran Rumah Sakit Al-Shifa dan Kompleks Medis Nasser telah mematahkan tulang punggung sistem layanan kesehatan Gaza yang sudah rapuh.

Sebelum pengepungan terakhir, WHO dan mitranya mendukung kebangkitan layanan dasar di Rumah Sakit Al-Shifa, dan Kompleks Medis Nasser secara rutin disuplai agar dapat terus berfungsi sebagai rumah sakit utama di Gaza selatan. Saksikan video “Mengerikan kondisi RS Al-Shifa di Gaza, hancur dan tidak berfungsi lagi” (suc/kna)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *