Jakarta -Wworld Health (WHO) mengatakan bahwa semua kemungkinan Pandmi Covid -19, termasuk teori kebocoran laboratorium, masih terbuka. Ini belum selesai karena diselidiki untuk jangka waktu empat tahun karena terbatasnya akses ke data penting.
Read More : Empat Pilar Inter Pulih Jelang Lawan Lazio
Sekretaris -Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus mengkonfirmasi bahwa tidak ada teori tunggal yang akan dikonfirmasi pada konferensi pers pada hari Jumat (27 Juni 2025).
“Semua hipotesis harus ada di atas meja, termasuk penularan hewan dan kebocoran laboratorium.”
Laporan kelompok penasihat ilmiah tentang kasus kelompok baru kelompok konsultasi sains tetap menjadi teori hewan yang paling kuat bagi manusia berdasarkan bukti ilmiah yang tersedia. Namun, Presiden Sago Mariti Werner menekankan bahwa asal virus tidak dapat dikonfirmasi tanpa data tambahan.
“Kecuali ada informasi tambahan atau bukti baru, virus ini yang mempengaruhi asal SARS-COV-2 dan virus ini akan terus disimpulkan,” katanya.
Teori kebocoran laboratorium dan pembukaan berkelanjutan juga tidak dapat mengeksplorasi lebih karena kurangnya data penting. Tedros secara terbuka menyebutkan kurangnya kerja sama China sebagai hambatan utama.
“China belum menyediakan ratusan sistem genetik dari pasien pertama, data terperinci tentang hewan di pasar Wuhan, dan penelitian laboratorium di Wuhan,” katanya.
Beberapa telah meminta pendekatan untuk laporan informasi di banyak negara, termasuk Amerika Serikat, yang mendukung teori kebocoran laboratorium sebagai sumber penyakit menular selama pemerintahan Donald Trump.
Tedros mengatakan bahwa asal usul Covid-19 adalah komitmen moral untuk menghormati jutaan korban dan mencegah pecahnya masa depan.
“Virus ini terus berubah, membutuhkan hidup, dan meninggalkan barang bawaan seperti kopi panjang,” kata Tedros.
Kecelakaan itu berusaha untuk terus mengevaluasi bukti ilmiah terbaru. Tetapi menurut laporan itu, permintaan data belum dipenuhi untuk negara lain, seperti Jerman dan Amerika Serikat.
Menariknya, laporan SEGO juga ditarik oleh epidemi batin lagi. Salah satu anggota mengundurkan diri, dan tiga lainnya meminta untuk menghapus namanya di laporan.
“Klaim peneliti menemukan asal usul COVID-19” (NAF/UP).