Jakarta –
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah berencana kembali menambah persyaratan perjalanan dari luar negeri ke Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus cacar monyet atau mpox.
Menurut dia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan persyaratan perjalanan berupa screening digital melalui aplikasi akan diberlakukan kembali seperti pada masa COVID-19. Ia mengatakan, fungsi aplikasi Peduli Lindungi atau yang sekarang dikenal dengan Satu Sehat sebagai alat skrining digital akan diperkenalkan kembali.
Masyarakat baik WNI maupun WNA yang tiba di gerbang kedatangan dari luar negeri wajib memiliki dokumen kesehatan berupa penggunaan Peduli Protect.
“Jadi Presiden memutuskan kami akan mengaktifkan kembali kartu pencarian elektronik. Ingat Peduli Lindungi? kata Budi Gunadi di Pusat Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (27/6/2024).
Kontrol terhadap wisatawan yang datang ke luar negeri, terutama dari Afrika, akan diperkuat. Pengetatan ini akan dilakukan di bandara internasional Jakarta dan Bali, sebagai pintu masuk internasional utama ke Indonesia.
“Kalau ternyata tinggi dan ada kutu, dilakukan PCR. Kami siapkan 2 mesin PCR yang membutuhkan waktu 30 hingga 40 menit di Jakarta, Cengkareng dan Bali,” jelas Budi Gunadi.
Budi Gunadi melanjutkan Indonesia-Africa Forum akan diadakan di Bali pada September mendatang. Jokowi, kata dia, meminta agar seluruh delegasi yang hadir dilakukan pemeriksaan ketat agar tidak membawa dan menyebarkan penyakit mpox.
“Karena ada acara Indonesia-Africa Leaders Meeting. Oleh karena itu, jika kami mengidentifikasi seseorang yang tiba di Afrika, kami akan segera membawanya dengan suhu tinggi, dan dalam waktu singkat kami akan melihat apakah dia positif atau tidak. positifnya, kami langsung menempatkan dia sendirian di rumah. “Saya sakit karena obatnya sudah kami siapkan,” kata Budi Gunadi.
Tonton juga video ‘Pemerintah memperketat pintu kedatangan internasional karena Mpox’:
(benda/dari)