Jakarta –
Read More : 4 Kode Redeem FC Mobile 18 Desember 2024, Hadiahnya Banyak Banget
Walikota Florence Sara Funaro menyatakan keprihatinannya mengenai dampak overtourism terhadap populasi kota. Penduduk di daerah tersebut kesulitan mendapatkan tempat tinggal karena meningkatnya jumlah properti sewaan Airbnb.
Funaro telah membuat perubahan kebijakan yang melarang pemilik apartemen menggunakan kunci brankas di properti sewaan. Ia menggantinya dengan aturan yang mewajibkan tuan tanah bertemu langsung dengan penyewa.
Proposal tersebut mengikuti rekor peningkatan jumlah apartemen yang terdaftar di AirBnb di pusat kota Florence, dari 1.500 unit pada tahun 2018, menurut laporan Daily Chronicle pada Kamis (21 November 2024) menjadi 9.000 unit. Meningkatnya harga rumah akan membuat perumahan semakin tidak terjangkau bagi penduduk setempat.
“Orang-orang diusir dari kota karena sewa jangka pendek, dengan pelajar dan bahkan masyarakat berpenghasilan menengah tidak dapat menemukan tempat tinggal di Florence,” kata Fornaro, menurut Times Daily Record.
Masalah overtourism tidak hanya terjadi di Florence, tetapi juga di kota-kota besar Eropa lainnya seperti Venesia dan Barcelona, yang juga berjuang untuk menyeimbangkan pariwisata dengan kehidupan lokal.
Perubahan kebijakan tersebut memicu kampanye “Selamatkan Florence”, yang bertujuan untuk menyoroti kesulitan yang dihadapi kota tersebut, Express melaporkan. Massimo Torelli, direktur acara, berkomentar bahwa salah satu jalan di Florence sangat sepi karena tidak ada penduduk setempat di sana.
“Di sini sangat sepi karena masyarakat (penduduk asli) terakhir baru saja pindah. Tidak ada yang tinggal di sini, hanya turis,” kata Torelli.
Langkah Florence untuk melarang loket berkunci menggarisbawahi komitmennya untuk membatasi persewaan jangka pendek di pusat kota. Disarankan juga bahwa kontrol yang lebih ketat terhadap wisatawan diperlukan demi kesejahteraan masyarakat di sana.
Menteri Pariwisata Italia Daniela Santanche mengakui bahwa beberapa kota di Italia menghadapi dampak overtourism dan menekankan pentingnya mengembangkan industri pariwisata yang lebih berkelanjutan.
Masalah overtourism dan dampaknya terhadap komunitas lokal telah melanda banyak negara dalam beberapa tahun terakhir, termasuk Spanyol, Italia dan Perancis, sehingga memicu berbagai tindakan dan kekhawatiran.
Bahkan daerah terpencil seperti Tenerife di Kepulauan Canary juga merasakan tekanan serupa, dimana penduduknya menolak kedatangan turis Inggris. Pemesanan di Tenerife meningkat sebesar 77% dalam sembilan bulan pertama tahun 2025, meskipun ada penolakan dari beberapa penduduk.
Dipul Melwani, CEO Tenerife Tourism, menanggapinya dengan mengatakan partainya tidak mendukung tindakan agresif kelompok yang menolak wisatawan. Sebab menurutnya bukan wisatawan yang menjadi penyebab utama permasalahan tersebut.
Sementara itu, pihak berwenang di Tenerife berusaha menjaga keseimbangan antara memenuhi kebutuhan wisatawan dan mengatasi kekhawatiran penduduk setempat. Rosa Davila, presiden Balai Kota Tenerife, telah mengumumkan larangan bus wisata di cagar alam Anaga mulai tahun 2025 sebagai bagian dari rencana untuk mengurangi kendaraan dan mendukung kelestarian lingkungan.
Langkah ini merupakan bagian dari rencana yang lebih luas yang mencakup 70 tindakan yang bertujuan menciptakan dampak positif terhadap lingkungan dan mendukung transportasi berkelanjutan di pulau tersebut. Saksikan video “Bagaimana Kemenparekraf Cegah Overtourism Saat WWF Bali” (upd/fem)