Jakarta –
Read More : 5 Game Mirip Plant vs Zombie, Dijamin Seru Deh!
Direktur Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan tengah menjadi pusat perhatian media sosial karena dikabarkan menyewa jasa influencer untuk menjadi buah bibir.
Kabar ini pertama kali mencuat setelah seorang influencer bernama Bima membagikan video berisi tangkapan layar proposal berbahaya untuk menjadi penggagas lembaga ini melalui akun TikTok miliknya, @awbimax.
Menanggapi tawaran kerja sama tersebut, ia mematok bayaran sebesar Rp 100 juta per video. Hingga saat ini, unggahan tersebut telah mendapat hampir 2.000 komentar, telah dibagikan lebih dari 3,1 ribu kali, dan disukai lebih dari 90,6 ribu pengguna TikTok.
“Kampanye ini bukan sekedar bel, tapi POV (pandangan) seorang KOL tentang adat istiadat dan pengalamannya,” tulis agensi tersebut memperhatikan unggahan TikTokers Bima.
Dalam video lainnya, Bima mengaku sengaja mematok harga selangit karena tak ingin menjadi pembohong ketika dipaksa berbagi adat dan memeras kesaksiannya melalui naskah yang dibuat lembaga tersebut.
Menanggapi kabar tersebut, pihak Bea dan Cukai menegaskan bahwa negaranya tidak pernah memiliki hubungan atau usulan kerja sama antara pihak Bea dan Cukai dengan pihak terkait, juga tidak ingin ada instansi tertentu yang mau bekerjasama dengan pihak terkait untuk melakukan kerja sama.
Meski demikian, Direktur Komunikasi dan Pembinaan Konsumen Bea Cukai Nirwala Doi Harianto tak menampik pihaknya berkolusi dengan sejumlah orang berpengaruh. Namun kerja sama tersebut tidak dimaksudkan untuk mengarahkan opini masyarakat terhadap lembaga tersebut.
“Kami tidak menggunakan layanan Zamzam untuk mendiskreditkan opini masyarakat, apalagi mengenai apa yang sedang ramai diperbincangkan akhir-akhir ini,” kata Nirwala dalam keterangan resminya, Senin (06/05/2024).
Namun, kami telah menggandeng sejumlah influencer untuk mengedukasi masyarakat tentang pelayanan kepabeanan dan cukai, lanjutnya.
Nirwala kemudian menjelaskan bahwa tujuan kerja sama ini adalah untuk memaksimalkan jangkauan publikasi dan menyederhanakan informasi dari lembaga tersebut agar lebih mudah dipahami masyarakat secara praktis.
“Seperti organisasi lain yang memahami pentingnya peran media sosial dan influencer dalam membantu menyebarkan dan menyederhanakan informasi yang kami miliki, kami mengoptimalkan penggunaan fitur-fitur tersebut,” jelas Nirwala.
Selain menggandeng sejumlah influencer, Bea Cukai juga mengaku aktif dan rutin memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat melalui akun media sosial resminya. Dengan adanya RUU itu, Nirwala mengatakan Bea dan Cukai juga menerima beragam pendapat dan keluhan masyarakat terhadap pelayanan lembaga tersebut.
“Bea dan Cukai berterima kasih atas masukan, saran dan informasi yang diberikan masyarakat untuk meningkatkan pelayanan yang diberikan,” jelasnya.
“Bea dan Cukai selalu terbuka untuk menerima informasi dan saran dari masyarakat, termasuk melalui berbagai platform media sosial yang dapat diakses melalui contact center Bea Cukai Bravo 1500225 atau Instagram dan Cukai,” tutup Nirwala.
Saksikan juga video “Tagihan seru ratusan juta selesai penyerahan alat bea cukai ke survei SLB”:
(fdl/fdl)