Jakarta –
Read More : Game Battle of Guardian Gelar Eksibisi di PON 2024
Kabar tentang seorang ibu hamil yang meninggal secara tragis karena tidak diperbolehkan menjalani operasi caesar beredar di media sosial.
Ternyata kejadian tersebut benar adanya. Pada tahun 2017, Tiongkok terkejut ketika seorang wanita hamil melompat dan meninggal dari gedung rumah sakit setelah operasi caesar dilarang.
Seorang wanita berusia 26 tahun bermarga Ma melompat dari jendela rumah sakit di provinsi Shaanxi utara, lapor BBC. Anak yang dikandungnya juga meninggal.
Huo Junwei, seorang dokter di Rumah Sakit Nomor Satu Yulin, mengatakan kepada China Economic Daily bahwa Ma “meninggalkan kamar rumah sakit dua kali dan tidak dapat menahan rasa sakitnya. Dia memerlukan operasi caesar dan keluarganya tidak mengizinkan prosedur ini.”
Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh rumah sakit mengatakan bahwa para dokter telah menentukan bahwa saya sedang hamil 41 minggu dan bahwa “melahirkan melalui vagina akan sangat berisiko karena lingkar kepala janin yang besar.”
Pihak rumah sakit mengatakan ketika staf medis berkonsultasi dengan keluarga, mereka menolak operasi dan ingin terus memantau situasinya.
“Dokter dan perawatnya juga menyarankan suaminya untuk mengizinkan operasi, namun semua permintaan ditolak,” kata pernyataan itu.
Saya dikatakan menjadi emosional dan kehilangan kendali karena rasa sakit, dan melompat dari gedung hari itu hingga meninggal.
Tahun itu, berdasarkan peraturan yang dikeluarkan oleh Dewan Negara dan Kabinet Tiongkok, fasilitas medis harus mendapatkan izin pasien dan tanda tangan dari anggota keluarga sebelum melakukan operasi, namun dokter dapat mengambil keputusan tanpa persetujuan dalam keadaan darurat. Tonton video “Video Mitos atau Kebenaran: Ibu Hamil Makan Makanan Pedas Bikin Bayinya Botak” (kna/kna)