Jakarta –

Read More : Studi: Orangtua Pemarah Berdampak Negatif Terhadap Perkembangan Otak Anak

Testis berkembang di perut dan bayi di dalam rahim. Sebelum lahir, testis biasanya turun dari rongga perut menuju skrotum. Skrotum adalah kantong kulit yang menggantung di belakang testis. Testis yang tidak turun ke dalam skrotum disebut testis kistik atau tidak turun (UDT).

Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak hal, namun biasanya terjadi pada bayi prematur.

“Jadi kalau bayinya prematur, risikonya lebih tinggi,” kata dr. Ahli Urologi Rumah Sakit Sipto Mangungkusumu (RSCM) Dr. .

Ia menambahkan, untuk bayi cukup bulan adalah 1-3% dari kelahiran. Bahkan lebih tinggi lagi pada bayi prematur, hingga 30% dalam penelitian.

Kondisi ini sering kali luput dari perhatian orang tua karena tidak menimbulkan gejala yang jelas pada anak. Akibatnya, ada pula beberapa kasus testis yang menimbulkan dampak kesehatan seperti infertilitas atau gangguan reproduksi pada remaja pria.

Dr. Angga menjelaskan.

“Jadi kalau kita lihat, lihat di tasnya ada isinya? Misalnya kalau kelihatannya ada dua isinya, ambil, oh bisa. Kalau iya. Di bawah tas pasti terasa. ” dia berkata.

Konten Selanjutnya: Segera periksa jika Anda melewatkannya

(lebih tinggi)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *