Jakarta –
Read More : Dijamin Nggak Lemot, Kominfo Pastikan Jaringan Internet Tokcer di IKN
Ukraina telah menerima lampu hijau dari Amerika Serikat dan Perancis untuk melancarkan serangan militer di tanah Rusia dengan senjata Barat. Mereka segera melakukannya, karena militer Ukraina mengklaim telah berhasil menembakkan rudal S-300 ke wilayah Rusia.
Di Facebook, Menteri Pertahanan Ukraina, Iryna Bereschchuk, mengatakan: “Sistemnya benar-benar dibekukan. Itu adalah S-300 Rusia, di tanah Rusia.
Presiden Joe Biden memberi wewenang kepada Ukraina untuk menyerang daerah terlarang Rusia di dekat Kharkiv, sebuah kota yang dibombardir oleh Rusia. Tidak jelas senjata apa yang digunakan dalam serangan tersebut.
Meski diberi wewenang untuk menyerang wilayah Rusia, Amerika Serikat memutuskan untuk tidak mengizinkan Ukraina menggunakan rudal terkuatnya untuk menembak ke Rusia, yakni rudal jarak jauh yang dikenal dengan ATACMS yang mampu mencapai sasaran hingga jarak 300 kilometer.
Menurut detikINET CNN, Ukraina mungkin menggunakan rudal jarak jauh GMLRS, yang memiliki jangkauan hingga 70 kilometer, untuk menyerang pangkalan militer di Rusia.
Meski sedikit, Ukraina tetap menikmati perubahan politik. “Ukraina sekarang dapat menyerang tempat-tempat di mana musuh mengumpulkan pasukan, peralatan dan perbekalan yang digunakan untuk menyerang Ukraina,” kata Yuriy Povkh dari kelompok taktis Kharkiv.
Faktanya, Rusia telah menghadapi serangan Ukraina dengan senjata Barat di wilayahnya. Ukraina sering menyerang Krimea, yang dianeksasi Rusia pada tahun 2014, menggunakan rudal yang diproduksi oleh Storm Shadow.
Ukraina juga melancarkan serangan terhadap Kharkiv dan Kherson pada akhir tahun 2022, ketika Ukraina berusaha membebaskan wilayah yang diduduki Rusia pada minggu-minggu pertama perang. Tonton video “Putin mengatakan pasukan Barat di Ukraina menyebabkan Perang Dunia III” (fyk/fay)