Jakarta –

Read More : Pelabuhan Merak Kini Tersedia Vending Machine Produk UMKM

Harga beras di pasaran masih tinggi. Faktanya, harga gabah turun bersamaan dengan panen utama pada bulan April hingga Mei.

Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengatakan, situasi ini terjadi karena para pedagang sedang menahan persediaan untuk musim panen berikutnya, yang tidak sesuai perkiraan. Jika panen tidak sesuai harapan, stok beras dikhawatirkan akan kembali bermasalah.

“Kalau sekarang kita bisa memprediksi musim yang akan datang panennya mungkin tidak sesuai ekspektasi atau ada risiko tidak sesuai ekspektasi, berarti para pedagang juga tahu,” ujarnya saat ditemui. Pele. Kantor Kelurahan Mampang Kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (3/5/2024) kemarin.

Permasalahan kedua adalah pengaruh geopolitik yang mempengaruhi nilai tukar atau kurs. Diperkirakan kondisi tersebut juga mempengaruhi harga beras internasional.

“Para dealer juga menyadari hal ini, sehingga tampaknya para pelaku industri ritel juga mempertimbangkan faktor-faktor tersebut,” jelasnya.

Baio mengatakan, ke depan stabilisasi harga beras akan didorong melalui perdagangan eceran. Cara ini dinilai sebagai cara untuk mengintervensi harga beras di pasar selain bantuan pangan beras

“Jadi harga petani kita jamin agar tidak merugi, tapi di saat yang sama kita ada intervensi yang bukan bantuan pangan. Karena bantuan pangan itu diperuntukkan bagi kelompok masyarakat yang berpendapatan relatif rendah,” jelasnya.

Berdasarkan data tabel harga pangan tadi malam pukul 20.00 WIB, rata-rata harga beras premium masih tinggi yakni Rp 15.640/kg, dari pekan lalu Rp 15.800/kg, dan beras medium di angka 13.540/kg turun Rp. 13.620/kg. Angka tersebut jauh dari harga eceran tertinggi (HET) yang dilonggarkan sementara untuk premium Rp 14.900/Kg dan medium Rp 12.500/Kg.

Sementara harga gabah yang tadinya Rp 8.000/kg kini turun menjadi Rp 5.770/kg. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani yang sebelumnya fleksibel Rp 5.000/kg menjadi Rp 6.000/kg. (ada/gambar)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *