Jakarta –
Read More : Paket Wisata Murah Ke Lombok Jadi Viral Di Tiktok
Boeing terancam sanksi pidana karena sistem perusahaannya yang ketinggalan jaman dan berakibat fatal. Mari kita ingat kembali bahwa Boeing pernah menurunkan peringkat maskapai penerbangan Indonesia.
Semuanya berawal dari jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 dan Ethiopia Airlines yang fatal. Keduanya menyebabkan ratusan orang tewas.
Dalam catatan detikTravel, kebejatan Boeing terungkap dalam film dokumenter bertajuk Downfall: The Case Against Boeing. Film ini merupakan kritik terbuka terhadap produser terkenal Amerika, Plot Film Dokumenter
Di awal cerita, sutradara bercerita tentang kenyamanan naik pesawat. Perlu diketahui bahwa angkutan ini merupakan salah satu angkutan yang jarang mengalami kecelakaan.
Ada puluhan ribu penerbangan di seluruh dunia setiap hari. Dan saking saktinya Boeing dalam bisnis ini hingga terjadilah bencana yaitu kecelakaan Lion Air.
Penerbangan Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di lepas pantai Karawang, Jawa Barat. Peristiwa pagi hari tanggal 29 Oktober 2018 itu membuat heboh Indonesia dan dunia.
Dalam penyelidikan yang begitu lama, pihak pabrikan membantah ada masalah pada pesawat tersebut. Boeing 737 Max 8 dinyatakan laik terbang hingga kecelakaan kedua pesawat Ethiopian Airlines menewaskan ratusan penumpang.
Dua kecelakaan di Indonesia dan Ethiopia sama saja. Maskapai tersebut menggunakan Boeing 737 Max 8 dan cuaca cerah pada saat kejadian. Hingga penyebabnya terungkap, berbagai pendapat menyalahkan Lion Air dan regulator di Indonesia dan tidak ada yang menyalahkan pesawat tersebut, bahkan pilot Indonesia pun tidak.
Setelah ditemukan black box, diperoleh data bahwa terdapat kesalahan pada indikator sudut selam kiri. Sensor ini terletak di kedua sisi pesawat dan mengukur sudut hidung pesawat saat terbang.
Ketika terjadi malfungsi, pengocok tongkat akan menggetarkan kolom kontrol untuk menandakan berhenti. Tapi ini adalah peringatan palsu.
Saat itu banyak terjadi gangguan pada pilot karena banyaknya pengumuman yang tidak tepat, hingga terjadilah hal yang mengerikan yaitu hidung pesawat yang terus menukik.
Pilot melakukan perlawanan dan mengangkat pesawat, namun kejadian tersebut terulang kembali hingga tidak ada waktu untuk lepas landas.
Boeing bahkan menyatakan pilot Amerika tidak akan menghadapi masalah ini. Dan awak pesawat Indonesia tersebut tidak menjalankan prosedur sebagaimana mestinya.
Faktanya, pilot Lion Air menyelesaikan pelatihannya di AS. Hingga akhirnya Boeing mengeluarkan pernyataan bahwa pesawat Lion Air mengalami kendala dalam mengaktifkan MCAS (Maneuvering Characteristics Augmentation System).
Dijelaskan bahwa MCAS merupakan perangkat lunak yang berinteraksi dengan sensor sudut selam untuk mengakomodasi karakteristik penerbangan model Max baru. Sistem ini bekerja di belakang layar dan tidak akan diketahui pilot jika belum menjalani pelatihan.
Jadi, ketika sudut menukik pesawat terlalu besar pada kecepatan tertentu, pesawat cenderung berhenti. MCAS dirancang untuk menurunkan hidung pesawat secara otomatis, dan dalam kasus Lion Air JT-610, sudut penyelaman rusak, yang secara tidak sengaja mengaktifkannya berulang kali.
Boeing mengatakan kru tidak bertindak dan bereaksi seperti yang diharapkan. Lalu semua orang kaget karena Boeing tidak pernah memberi tahu pilot bahwa ada sistem MCAS di pesawat mereka.
Inilah berita terpopuler di detikTravel, Kamis (16/5) lalu. Selain itu, ada juga kabar anak Roy Marten yang melakukan kesalahan di Bali dan mengambil foto 7 gedung pencakar langit di dunia. Berikut daftar berita terpopuler dari tikTravel, Kamis (16/5/2024):
1. Mengingatkan kebusukan Boeing yang merugikan Lion Air dan Indonesia
2. Populer: Turis ramah lingkungan berjalan santai di jalan, Warlok marah
3. Anak Roy Marten Dikhianati di Bali, Ini Sederet Faktanya
4. Orca kembali menenggelamkan kapal di Selat Gibraltar
5. Penjelasan Direktur Garuda atas Insiden Pemicu di Pesawat Haji
6. Boeing berpotensi dituntut secara pidana atas jatuhnya Lion Air 737 Max
7. Boeing dapat dituntut secara pidana atas kecelakaan Lion Air, lihat kembali pernyataan KNKT
8. Wanita ini memenangkan medali raja karena meninju buaya untuk menyelamatkan anak kembar
9. Nasib 329 orang yang sudah mendaki Gunung Slamet saat pendakian dihentikan
10. 7 gedung pencakar langit tertinggi di dunia, ditambah 1 yang akan menjadi juara baru Saksikan video “Kesaksian Penumpang yang Selamat di Momen Turbulensi Hebat di Boeing 777” (wsw/wsw)