Jakarta –
Read More : Bahaya Ketinggian dan Hipoksia pada Pendakian Gunung Tinggi
Mangga kaya akan nutrisi. Namun konsumsi buah ini secara berlebihan tidak disarankan bagi orang dengan kondisi medis tertentu.
Menurut Healthline, mangga mengandung beragam protein, karbohidrat, dan serat, serta berbagai vitamin dan mineral. Satu buah mangga (165g) mengandung nutrisi: Kalori: 99 Protein: 1.4g Karbohidrat: 24.7g Lemak: 0.6g Serat: 2.6g Gula: 22.5g Vitamin C: 67% dari asupan harian yang direkomendasikan 8. Nilai Harian yang Direkomendasikan Asam Folat Vitamin B6: 12% dari Nilai Harian yang Direkomendasikan Vitamin A: 10% dari Nilai Harian yang Direkomendasikan Vitamin E: 10% dari Nilai Harian yang Direkomendasikan Vitamin K: 6% dari Nilai Harian yang Direkomendasikan Kalium: 6% dari kebutuhan harian yang direkomendasikan Magnesium : 4% dari kebutuhan harian yang direkomendasikan
Mangga yang padat nutrisi ini memiliki beragam manfaat bagi kesehatan, antara lain: meningkatkan sistem kekebalan tubuh melindungi jantung dari peradangan dan stres oksidatif memperlancar pencernaan mendukung kesehatan mata mengurangi risiko kanker mata Siapa yang tidak bisa makan mangga?
Meski bergizi tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan, kandungan tertentu dalam mangga dapat memperparah gejala atau penyakit. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam mengonsumsi mangga jika Anda memiliki kondisi berikut: 1. Obesitas
Para ahli berbeda pendapat mengenai hubungan antara mangga dan obesitas. Chaitali Rajendra Rane, ahli gizi di RS PD Healthja, dikutip dalam Just My Health, mengatakan mangga justru menyebabkan penurunan berat badan karena kandungan karbohidratnya yang tinggi. Oleh karena itu, ia menyarankan untuk tidak mengonsumsi buah ini dengan susu, atau mengonsumsinya terlalu banyak.
Sementara itu, ahli gizi Rujuta Divekar, dikutip India Network, tidak sependapat jika mangga dianggap sebagai penyebab obesitas. Menurutnya, disarankan mengonsumsi mangga secukupnya karena buah ini kaya akan antioksidan sehingga membantu meningkatkan metabolisme. Diabetes
Mangga relatif tinggi gula. Oleh karena itu, penderita diabetes sebaiknya mengurangi konsumsi buah ini. Penderita diabetes juga sebaiknya menghindari konsumsi mangga secara berlebihan, dan menghindari konsumsi mangga setelah makan, karena dapat menyebabkan peningkatan gula darah secara signifikan.
Namun untuk diabetes tipe 2, Rajuta mengatakan mangga boleh dikonsumsi secukupnya karena memiliki sifat hipoglikemik. Ditambah lagi, antioksidannya dapat membantu mengontrol gula darah. Alergi
Ahli gizi Priya Bansal yang dikutip secara eksklusif oleh Justmyhealth mengatakan bahwa mangga jika dikonsumsi utuh dan tidak dikupas dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang. Pasalnya, kulit mangga mengandung polifenol yang juga bersifat racun.
Gejala yang mungkin terjadi antara lain rasa iritasi atau gatal di dalam dan sekitar mulut. Oleh karena itu, mangga perlu ditiriskan dan dicuci sebelum dikonsumsi untuk meminimalkan risiko tersebut. Diare
Penderita diare juga harus berhati-hati saat mengonsumsi mangga. Pasalnya, buah ini mengandung serat (BBO) yang merangsang buang air besar dan melancarkan buang air besar.
Oleh karena itu, terlalu banyak mengonsumsi mangga dapat memperparah diare yang Anda alami. Dikutip dari Oncolink, penderita diare tidak boleh melebihi 10 gram per hari.5. Penyakit ginjal
Penderita penyakit ginjal tidak bisa mengonsumsi mangga tanpa rasa khawatir. Hal ini disebabkan banyaknya potasium dalam buah tersebut.
India. Dikutip dari com Kalium merupakan mineral yang membantu mengatur fungsi saraf, fungsi otot, dan keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Normalnya, mineral tersebut diproses keluar tubuh bersama urin.
Namun jika ada masalah pada ginjal, kalium tidak dapat diolah secara sempurna. Akibatnya, mineral tersebut menumpuk di dalam darah sehingga menyebabkan peningkatan lemak darah. Saksikan video “Cara Menjaga Kesehatan Sendi dan Tulang Seiring Bertambahnya Usia” (ath/kna)