Jakarta –
Read More : Facebook Akan Hapus Rekaman Video Siaran Langsung Setelah 30 Hari
Gapai, startup yang membantu pekerja Indonesia mencari karir di pasar global, baru-baru ini menerima pendanaan awal sebesar $1 juta atau setara Rp 16 miliar.
Dengan tambahan ini, Gapai akan memperluas layanan rekrutmen internasionalnya. Startup ini mempunyai misi untuk memberdayakan pekerja migran Indonesia.
Sementara itu, putaran pendanaan dipimpin oleh Wavemaker Partners, dengan partisipasi dari Antler dan angel investor. Wavemaker Partners dan Antler adalah dua perusahaan modal ventura global yang mengkhususkan diri dalam berinvestasi pada startup di Asia Tenggara.
Paul Santos, Managing Partner Wavemaker Partners, mengatakan Gapai, sebagai platform bagi pekerja migran, sedang mengubah proses tersebut. Proses distribusi lebih cepat dan efisien bagi perusahaan dan pelamar melalui aplikasi.
“Kami menantikan pertumbuhan Gapai dan bangga dapat mendukung Gapai dalam memberikan kesempatan yang adil bagi pekerja Indonesia untuk meningkatkan potensi pendapatan dan menghidupi keluarganya di Indonesia,” kata Paul dalam keterangan tertulisnya kepada
Investasi ini merupakan cara untuk merevolusi proses distribusi multinasional internasional. Berdasarkan data nasional periode 2020-2023, jumlah kasus perdagangan manusia ilegal di Indonesia meningkat tujuh kali lipat, dengan sekitar 1.800 orang menjadi korban perekrutan ilegal di negara tersebut.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Gapai fokus pada penyaringan kandidat, wawancara dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan pekerja Indonesia. Untuk menciptakan jaringan orang-orang berbakat yang siap bekerja, yang dapat memenuhi kebutuhan pasar internasional.
Dalam hal ini, Gapai berperan menghubungkan calon karyawan dengan perusahaan yang tepat dalam platform yang inovatif. Mempercepat proses rekrutmen lintas batas negara dengan lebih aman dan transparan dibandingkan melalui agen umum
Gapai awalnya akan menggunakan dana baru ini untuk memperkuat proses operasional di lokasi internasionalnya dengan infrastruktur teknologi yang komprehensif.
Gapai juga bertujuan untuk mengubah pengalaman pengiriman TKI ke luar negeri dengan mengedepankan kenyamanan, kecepatan dan transparansi.
Dengan izin dan proses baru, Gapai berhasil meningkatkan bisnisnya hingga 10 kali lipat dibandingkan tahun lalu. Pada tahun 2024, Gapai menargetkan untuk mempekerjakan 70.000 pekerja Indonesia dan mengirim 2.200 di antaranya untuk bekerja di seluruh dunia.
Radityo Susilo, CEO Gapai, mengatakan Indonesia memiliki populasi yang besar dan terus bertambah, sehingga kami optimis mampu melipatgandakan jumlah pekerja migran yang kami bantu setiap tahunnya.
“Tujuan pengembangan bisnis kami tahun ini adalah memperluas pasar Gapai ke 15 negara Eropa. Termasuk Hongaria, Rumania, Jerman, dan Inggris. Negara-negara di kawasan Asia Pasifik seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan, serta negara-negara di kawasan Timur seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar, tambahnya.
Tonton video “Startup Dubai memajukan peralatan makan yang bisa ditanam” (agt/agt)