Jakarta –

Read More : Kenalin Ini Honda Super Cub Versi KW, Harga Rp 30 Jutaan

Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan banyak pengusaha lokal yang mengeluhkan masuknya barang impor ke Indonesia.

Markas Khusus Menteri Perdagangan Bidang Perjanjian Perdagangan Internasional Bara Krishna Hasibuan membantah Kementerian Perdagangan disinyalir menjadi sumber banyaknya barang impor yang masuk ke Indonesia. Menurutnya, Kementerian Perdagangan benar-benar terlibat aktif dalam melindungi industri lokal.

“Kami mendapat kesan karena masuknya barang impor, banyak keluhan dari industri dalam negeri, seolah-olah Kementerian Perdagangan yang harus disalahkan. Kami ingin menjadi jelas. Bahkan, Kementerian Perdagangan terlibat aktif dalam hal ini. berbagai langkah untuk melindungi industri lokal,” kata Bara di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Senin (15 Juli 2024).

Bara menjelaskan, pihaknya memiliki dua alat untuk menyikapi situasi masuknya barang impor dalam jumlah besar. Pertama, kebijakan tarif proteksi impor (BMTP) dan kedua, bea masuk antidumping (BMAD).

Dia menjelaskan, kedua instrumen ini dirancang untuk menyelamatkan industri dalam negeri. Hal ini terlihat dari berbagai investigasi dan penerapan instrumen perlindungan perdagangan berbagai barang impor dalam lima tahun terakhir, yakni 2019 hingga 2023.

Di sisi lain, Bara menambahkan, penelitian dan penerapan BMAD dan BMTP juga berlaku pada produk impor yang erat kaitannya dengan bahan baku industri dalam negeri.

Produk-produk tersebut antara lain pakaian dan aksesoris pakaian, kain, gorden, karpet, benang tambal sulam, benang benang, ubin keramik, evaporator lemari es dan freezer, baja, kertas, lisin, pelapis keramik, dan papan pengemas, jelas Barra.

BMAD dan BMTP diatur melalui Keputusan Pemerintah (RR) Nomor 34 Tahun 2011 tentang Tindakan Anti Dumping, Tindakan Imbalan, dan Tindakan Pengamanan Perdagangan. Menurut Bar, perbedaan signifikan antara tindakan anti-dumping dan tindakan keamanan perdagangan terletak pada pokok bahasan penerapannya.

Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi saat menggunakan kedua alat ini. “Hal utama yang harus ada adalah industri dalam negeri merugi atau berisiko merugi. Selain itu, harus ada hubungan sebab akibat antara kedua persyaratan tersebut,” imbuhnya. (buah ara/buah ara)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *