Jakarta –

Read More : Zulhas Sebut Basmi Produk Ilegal Bisa Bantu Prabowo Capai Target Ekonomi 8%

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menganggarkan belanja pegawai sebesar Rp70,7 triliun hingga 31 Maret 2024. Pengeluaran ini meliputi pembayaran gaji dan tunjangan, tunjangan operasional (tukin), gaji kehormatan, lembur dan tunjangan hari raya (THR).

Pak Simunli menyampaikan, realisasi kinerjanya mengalami peningkatan sebesar 42,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu ( tahun demi tahun). Pasalnya, akan ada kenaikan gaji dan pensiun bagi TNI/Polri dan aparatur sipil negara (ASN) mulai Januari 2024, serta pencairan THR 100% mulai Maret 2024.

“Jadi kalau kita lihat kenaikan gaji 8%, kenaikan pensiun 12%, ditambah mereka mendapat THR yang tahun ini THR dibayarkan penuh termasuk tukin 100%, tahun lalu tukin hanya 50%. Makanya kalau kita lihat. Januari sampai Maret 2024 kita belanja Rp 70,7 triliun, lebih besar dibandingkan rata-rata empat tahun terakhir,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers KiTA APBN, Jumat (26/4/2024).

Lebih rinci dijelaskan, belanja pegawai sebesar Rp 70,7 triliun dihabiskan untuk gaji dan tunjangan Rp 38,7 triliun, kemudian tukin, Honorarium Rp 18,5 triliun, dan Rp 13,5 triliun.

Beban pegawai termasuk dalam beban K/L yang diperpanjang sampai dengan 31 Maret 2024. 222,200 miliar USD. Kinerja aktual tersebut sebesar 20,4% dari batas maksimal karena dipengaruhi oleh bantuan program sembako, penyaluran bantuan sosial dan dukungan proses pemilu.

Belanja K/L termasuk dalam belanja pemerintah federal yang mencapai Rp427,6 triliun atau 17,3% dari target pada 31 Maret 2024. Selain belanja K/L, terdapat juga belanja non-K/L yang mencapai Rp205,4 triliun atau 14.9. % dari langit-langit.

“Tahun ini dengan pertumbuhan belanja (pemerintah federal) 23,1% tentu akan mempengaruhi kinerja perekonomian. Ini salah satu kontribusi pertumbuhan ekonomi kuartal I,” jelas Sri Mulyani. (bantuan/rd)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *