Jakarta –
Read More : Luhut Janji Microsoft Tidak Akan Menyesal Investasi di RI
Razer, perusahaan game ternama, terpaksa membayar kompensasi lebih dari Rp 17 miliar. Perusahaan telah memberikan jaminan palsu bahwa masker wajah Zephyr yang mereka jual bersertifikat N95 selama pandemi COVID-19.
Pada Oktober 2021, saat wabah COVID-19 merebak, Razer memperkenalkan masker Zephyr seharga Rp 1,6 juta yang diklaim merupakan masker N95 bersertifikat. Masker ini memiliki filter yang dapat diganti-ganti, plastik transparan di bagian depan dan tentunya pencahayaan RGB yang menjadi ciri khas produk Razer.
Namun ternyata klaim sertifikasi N95 tersebut tidak benar. FTC menemukan bahwa Razer tidak menyerahkan masker Zephyr untuk diuji ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) atau Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja (NIOSH). Masker ini juga belum disetujui secara resmi sebagai masker N95, yang memiliki persyaratan ketat untuk menyaring partikel di udara.
Berdasarkan laporan dari Kotaku, FTC mengatakan pada Minggu (12/5/2024) bahwa Razer berhenti membuat klaim palsu tersebut hanya setelah menerima liputan media negatif dan kemarahan konsumen. Langkah tersebut dipandang sebagai iklan palsu yang menyesatkan konsumen dalam mengambil keputusan kesehatan dan keselamatan selama pandemi.
Akibatnya, FTC mengenakan denda dan memerintahkan perusahaan mengembalikan sejumlah Rp 17 miliar yang merupakan total pendapatan penjualan masker Zephyr. FTC menawarkan pengembalian dana penuh kepada konsumen yang membeli masker.
Selain itu, Razer dilarang membuat klaim tanpa persetujuan FDA bahwa produknya dapat mencegah, mengurangi, atau mengobati COVID-19. Langkah ini diambil untuk mencegah tindakan serupa yang dilakukan perusahaan lain di kemudian hari.
Direktur Kantor Perlindungan Konsumen FTC, Samuel Levine menegaskan, tindakan Razer merupakan contoh perusahaan yang memanfaatkan situasi epidemi untuk menipu konsumen.
โPerusahaan-perusahaan ini secara keliru mengklaim di tengah pandemi global bahwa masker wajah mereka setara dengan respirator N95 bersertifikat,โ kata Levine.
โFFT terus menargetkan perusahaan-perusahaan yang menggunakan klaim palsu dan tidak terverifikasi untuk menyesatkan konsumen dalam mengambil keputusan mengenai kesehatan dan keselamatan mereka sendiri,โ katanya.
Dengan dijatuhkannya sanksi tersebut, diharapkan perusahaan lain lebih berhati-hati dalam memasarkan produknya dan tidak memanfaatkan situasi darurat untuk keuntungannya sendiri. Acara ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran konsumen agar cerdas dalam memilih produk dan tidak mudah terpengaruh oleh pemberitaan yang belum terverifikasi.
*) Artikel ini ditulis oleh Fadhila Khairina Fachri, salah satu peserta program magang Sertifikasi Kampus Merdeka di detikcom. Saksikan video “Situasi Tanah Abang sepi pengunjung akibat Covid-19” (rns/fay)