Jakarta –
Read More : Dokter ‘Spill’ 3 Hal yang Tak Disadari Sebabkan Kanker Serviks di Wanita RI
Jelena Tompkins (42), wanita asal Colorado, AS, menceritakan pengalamannya saat didiagnosis menderita kanker usus besar stadium tiga. Semua bermula dari janggutnya yang semakin ‘terbakar’, apa yang terjadi?
Momen tersebut terjadi pada tahun 2016 ketika Jelena, yang masih berusia 34 tahun, menyadari bahwa bau ayahnya semakin parah. Kondisi Jelena sehat karena rajin berolahraga dan menjaga pola makan sehat. Jadi, Jelena berasumsi kalau bau itu disebabkan oleh sayuran yang dimakannya.
Jelena mulai mengonsumsi probiotik untuk menyeimbangkan bakteri di ususnya, namun bau punggungnya tidak kunjung membaik. Akhirnya khawatir setelah melihat darah di tinjanya. Saat pemeriksaan rutin, dokter memeriksa Jelena dan tidak menemukan adanya kelainan. Dokter menduga penyebab pendarahan adalah perubahan pola makan.
Tiga bulan kemudian, dokter mulai menguji apakah makanan tertentu mengganggu pencernaannya. Akhirnya dokter menyarankan kolonoskopi dan hasilnya menunjukkan kanker kolorektal telah menyebar ke kelenjar getah bening.
“Saya dalam kondisi terbaik dalam hidup saya. Saya makan sehat dan saya tidak menyangka kanker akan menyerang saya di usia muda ini,” kata Jelena, dilansir Mirror, Senin (22 April 2024).
Setelah itu, Jelena harus menjalani terapi radiasi selama 28 hari yang melelahkan. Dia juga meminum pil kemoterapi Xeloda yang dirancang untuk kanker kolorektal stadium akhir. Setelah dua bulan istirahat, tumor mulai sembuh, namun dokter tetap menyarankan operasi.
Dokter bedah mengangkat sekitar 30 cm (12 inci) usus besar dan rektum, serta 17 kelenjar getah bening, meninggalkan lima kelenjar getah bening dengan sisa kanker. Enam minggu setelah operasi, dia memulai kemoterapi kombinasi FOLFOX pada Mei 2017, menggunakan obat asam folinat, fluorouracil, dan oxaliplatin.
Jelena mengatakan dia saat ini dalam remisi dan menjalani kemoterapi pemeliharaan. Saat ini ia sedang menjalani pemeriksaan tahunan dan sangat senang dengan perkembangan kondisinya, meski tidak mudah.
Dia tidak memiliki riwayat keluarga yang mengidap kanker, jadi dia mencari bantuan dari komunitas pasien online.
“Kita bisa saling mengandalkan ketika kita sangat lelah atau ingin bertanya,” kata Jelena.
“Memiliki teman-teman yang suportif dapat membantu Anda mengalihkan pikiran dan membantu Anda merasa memiliki kelompok pendukung yang siap membantu dan Anda dapat menelepon jika Anda mengalami hari yang buruk,” katanya. Tonton video “Hati-hati!” Daging merah bisa menyebabkan kanker pankreas” (avk/kna)