Jakarta –

Read More : Neraca Dagang RI Surplus Lagi, Sudah 58 Bulan Berturut-turut!

Presiden Joko Widodo (Jokowi) puas dengan indikator perekonomian Indonesia. Ia mengatakan perekonomian Indonesia sangat segar, dengan tingkat inflasi berada pada level 2,84% dan tingkat pertumbuhan ekonomi berada pada level 5,11%.

Hal itu diungkapkan Jokowi saat memberikan arahan pada Rakornas Tim Pengendalian Inflasi Daerah dan Pusat yang digelar di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (14 Juni 2024).

“Saat ini angka inflasi 2,84% dan pertumbuhan ekonomi 5,11%. Ini sangat menyegarkan, menyegarkan sekali,” kata Jokowi sambil tersenyum. Dan semua orang yang hadir di acara itu bertepuk tangan untuknya.

Ia juga mengatakan, setiap kali berkunjung ke suatu daerah, pertanyaan utama yang ia tanyakan kepada pemimpin daerah adalah bagaimana tingkat inflasi dan perkembangan ekonominya.

“Setiap kita ke suatu daerah, kita tanya ke Gubernur, Bupati, Walikota, apa pertumbuhan ekonominya? Dengan melakukan itu, kita menanyakan hal-hal yang sangat penting,” kata Jokowi.

Ia menambahkan, jika angka inflasi mencapai 9,6% dan tetap setinggi sembilan hingga 10 tahun lalu, maka rakyat sendirilah yang akan merasakan dampaknya. Inflasi harus rendah dan pertumbuhan ekonomi yang cepat harus terjadi.

“Misalnya kalau inflasi naik sampai 9,6%, maka pertumbuhan ekonomi akan berada di urutan kelima. Ya, sulit. Bagaimana perasaan masyarakat?”

Saksikan juga videonya: Jakarta Fair diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional

(kg/kg)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *