Jakarta –

Read More : Airlangga dan Pengusaha Bahas UMP 2025, Ini Hasilnya

Persatuan Pekerja Garuda Indonesia (Sekarga) mengaku sudah dua tahun tidak berdiskusi dengan Presiden Direktur PT Garuda Indonesia Irfaniyaputra dan manajemen perusahaan. Oleh karena itu, mereka ingin menyelesaikan perselisihan industrial yang ada secara damai.

Sekjen Sekarga Novrey Kurniawan menjelaskan, kondisi hubungan industrial di Garuda Indonesia saat ini tidak sejalan. Hal ini disebabkan banyaknya pelanggaran Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang dilakukan manajemen.

Padahal, menurut dia, PKB merupakan hasil kesepakatan antara pekerja dan pengusaha yang diwakili serikat pekerja, dalam hal ini sistem Garuda Indonesia. Novrey mengatakan, permasalahannya, Direktur Utama Sekarga PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dan manajemen perusahaan sudah lama tidak berkomunikasi. Wawancara terakhir dilakukan pada tahun 2022.

“Mungkin dua tahun (tanpa komunikasi) jadi kita coba ketemu, kita bersurat karena tidak ada waktu untuk ngobrol. Malah kita bersurat, ya, sampai saat ini tidak ada jawaban. Misalnya kita ada konflik atau intervensi bilateral, maka dinas tidak datang “Pengurus, perwakilannya ada di situ, misalnya dari bagian sumber daya manusia juga memberi kesempatan karena tidak memegang kewenangan,” kata Novrey di Kompleks Senayan DPR RI, Rabu (19/6/2024). ).

Dalam acara Rapat Pembahasan (RDP) yang digelar bersama Komisi VI DPR RI, Novrey menjelaskan, pihaknya menggelar audiensi dengan harapan perwakilan masyarakat dapat membuka dialog antara Kementerian Perhubungan dengan BUMN dan Manajemen Garuda Indonesia. Cabang. . Diharapkan kedua belah pihak bisa mengkaji dan melaksanakan hasil konsiliasi yang dilakukan Kementerian Ketenagakerjaan.

Misalnya, beberapa keputusan tersebut antara lain mempekerjakan kembali pekerja yang diduga dipecat secara sepihak, penghapusan pembatasan hak pekerja, dan pelaksanaan pembentukan Lembaga Kerja Sama Bilateral (LKS) untuk membangun hubungan industrial yang harmonis .

Di sisi lain, Novrey menjelaskan Sekarga tidak ingin kondisi keuangan perusahaan menjadi buruk. Ia menegaskan, serikat pekerja tidak segan-segan mengajak buruh untuk mogok kerja.

“Makanya di akhir kesempatan bicara, kalau kami merasa ingin melawan karena apa yang kami ucapkan, kami mohon maaf. Kami tidak pernah protes, kami tidak pernah memukul, kami tidak melakukan, karena kami tahu situasi perusahaan. Artinya betapa pentingnya pembahasan ini, misalnya, “Kami tidak ingin melakukan upaya yang tidak efektif agar Garuda seperti yang ditunjukkan oleh beberapa serikat pekerja, melakukan mogok kerja. Itu sebabnya kami datang ke Cabang. Di Disnaker DPR kami ingin mencari solusi, bukan melawan dan menghancurkan perusahaan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Eksekutif Sekarga Dwi Yulianta menegaskan, serikat pekerja saat ini ingin seluruh persoalan ketenagakerjaan diselesaikan melalui jalur non-litigasi, artinya tidak bisa melalui jalur hukum seperti Pengadilan Banding hingga Pengadilan Tinggi. Dwi menjelaskan, sebenarnya Segara ingin menyelesaikan semua permasalahan secara damai melalui komunikasi yang baik antara semua pihak.

“Sebagai organisasi kita berharap bisa menerapkan langkah-langkah yang tidak menuduh, jangan sampai ke pengadilan, seperti yang saya sampaikan tadi, kita juga tahu bahwa kita adalah pengusaha kecil dan besar. Dialog bisa dibangun untuk melakukan hal-hal tersebut tapi berakibat fatal. Jadi kami berharap bisa datang ke Komisi VI dan diselesaikan secara damai, tambahnya.

Detikcom pun menghubungi CEO Garuda Indonesia Irfan Setiaputra untuk mengomentari keinginan Sekarga menyelesaikan masalah tersebut melalui jalur komunikasi, namun pesan tersebut belum terbalas. Terkait tanggapan RDP terhadap pernyataan Sekarga dan Komisi VI, Irfan awalnya hanya memberikan komentar singkat. “Iya tidak masalah,” kata Irfan kepada detikcom, Rabu (19/6/2024).

Sementara Sekara tidak dimintai pendapatnya atas seluruh tudingan tersebut. Irfan menjawab, pernyataan itu merupakan pendapat mereka. Dia menyimpulkan dengan mengatakan: “Itulah yang mereka pikirkan.

Tonton Juga Video: Garuda Siapkan Fasilitas Tambahan untuk Jemaah Haji Lansia

(Das/Das)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *