SUARAMERDEKA.COM- Perusahaan ternama asal Singapura, Sampoerna Kayoe, berinvestasi di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

Read More : Murah Banget, AC Split 1 PK Cuma Rp 3 Jutaan di Transmart Full Day Sale

Investasi wood pellet di KITB ini memiliki total investasi sebesar US$25 juta dan mencakup area seluas 5,2 hektar.

Perjanjian Penggunaan Lahan Industri (PPTI) ditandatangani pada Jumat, 19 April 2024.

Investasi ini tidak hanya membuka peluang baru bagi pengembangan perekonomian Batangas, Jawa Tengah, namun juga membuktikan daya tarik dan potensi besar KITB.

Baca Juga: Pelatih Red Sparks Koh Hee-jin memulai kontrak Megawati Hangestri melawan Indonesia All Star mendapatkan momentum

Langkah Sampoerna Kayoe ini menunjukkan komitmen kuat mereka untuk berkontribusi terhadap pembangunan industri Indonesia.

Ngura Weerawan, presiden direktur PT Kawasan Industri Terpadu Batang, mengatakan pihaknya sangat senang dengan keputusan Sampoerna Kayoe berinvestasi di PT KITB.

“Hal ini menunjukkan kepercayaan mereka terhadap potensi industri di wilayah kita dan akan memberikan dorongan besar bagi pembangunan ekonomi daerah,” kata Ngura hari ini.

Sampoerna Kayoe, bagian dari PT Sumber Graha Sejahtera, telah menjalani perjalanan gemilang selama 35 tahun terakhir.

Baca Juga: Bekas Rumah Istri Keempat Presiden Pertama RI di Salatiga Jadi Kisah Sayur Lode dan Kebahagiaan Bunga Karno dan Hartini.

Konsep “green product” dan “green process” yang diusung Sampoerna Kayoe menjadi daya tarik tersendiri.

Limbah kayu diolah menjadi wood pellet yang tidak hanya bermanfaat, namun juga ramah lingkungan.

Inovasi ini sejalan dengan visi KITB atau Grand Batang City untuk menciptakan kawasan industri berkelanjutan.

Wood pellet produksi Sampoerna Kayoe nantinya akan digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga biomassa (green power plant).

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *