Jakarta – Beberapa orang yang berlari puasa hanya naik dengan air minum. Ini telah hilang karena berbagai faktor, termasuk kurangnya waktu untuk menyiapkan makanan, diet, kemalasan untuk dimakan, bahkan karena jam tidur terlambat.
Read More : Menkes Pastikan Calon Dokter Spesialis di PPDS Hospital Based Digaji Rp 7,5 Juta
Bahkan, makan makanan sangat dianjurkan karena memberikan energi dan memperkuat metabolisme tubuh dalam kegiatan sehari -hari.
Aria Ariadeno, seorang spesialis kedokteran internal, SPPD-kggeh mengatakan dia tidak boleh kehilangan makanan. Termasuk hanya makanan air minum, Anda seharusnya tidak terbiasa.
Dia menjelaskan bahwa jika seseorang bertahan berlangsung pada jam 9 malam dan hanya minum air di matahari terbit, perut akan kosong untuk waktu yang lama, hingga lebih dari 12 jam sebelum Anda akhirnya berbuka puasa. Ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan membuat tubuh lebih cepat.
“Jadi harus dikorbankan, terutama jika dia tidak makan. Bayangkan, letakkan hal terakhir untuk dimakan pada jam 9 malam
Selain itu, pilihan makanan saat fajar juga penting. Makan makanan yang sangat manis dapat menyebabkan kelaparan lebih cepat karena gula mudah diserap oleh tubuh. Sebaliknya, makanan yang kaya akan serat, protein dan karbohidrat membantu tubuh seimbang untuk membuatnya terasa lebih lama.
Oleh karena itu, ia menyatakan bahwa makanan dilakukan dengan konsumsi yang seimbang untuk menjaga tubuh tetap kuat dan mencegah masalah kesehatan selama puasa.
“Sejak hari ini kami cepat, kami harus melakukan beberapa kegiatan, jadi kami dapat melakukan beberapa kantor dan berbagai jenis,” katanya.
Video “Video: Jangan membawa Iftar ke tempat pembalasan” (Suc/Up)