Jakarta –
Read More : Axioo Class Program, 10 Tahun Konsisten Kembangkan SDM Berkualitas
Robot viral asal Korea Selatan dikabarkan bunuh diri setelah terjatuh dari ketinggian dua meter. Konon semua itu terjadi karena robot tersebut kelelahan bekerja. Robot inspektur itu ditemukan di antara lantai satu dan dua gedung Dewan Distrik Gumi, tempat dia bekerja.
Melansir Daily Mail, pada Jumat (12/7/2024) robot tersebut berhenti bekerja setelah mengalami kecelakaan sekitar pukul 16.00, Rabu (26/6) lalu. Investigasi sedang dilakukan untuk mengetahui penyebab robot tersebut terjatuh.
โGadis itu sudah dikumpulkan dan akan dievaluasi oleh pihak perusahaan,โ kata salah satu pejabat.
Sebelum kejadian, para saksi melaporkan melihat robot tersebut bertingkah aneh. Katanya, robot Observer itu bergerak di satu tempat seolah-olah ada sesuatu di sana.
Diketahui, robot ini telah beroperasi sejak Agustus 2023 dan diproduksi oleh Bear Robotics, sebuah perusahaan robotika yang berbasis di California. Tugasnya membantu mengantarkan dokumen harian, mempromosikan kota, dan menyampaikan informasi kepada warga.
Kabar mengenai robot yang diduga bunuh diri di Korea Selatan pun ramai di media sosial. Banyak pengguna web yang terkejut karena robot diberi beban kerja yang begitu berat.
Berdasarkan informasi, robot DPRD Gumi bekerja mulai pukul 09.00 hingga 18.00. Berbeda dengan robot lain yang biasanya hanya bisa bergerak di satu lantai, robot perkantoran ini bisa menggerakkan lantai dengan sendirinya.
Internet di media sosial dipenuhi dengan komentar. Salah satunya di platform X (sebelumnya Twitter).
“Pekerja robot membutuhkan serikat pekerja agar keinginannya diketahui,” kata netter.
“Mungkin dia terpeleset dan jatuh?” pendapat @boo**_gg.
โSama seperti manusia, robot juga punya keterbatasan. Namun acara ini tetap menarik ๐ค,โ kata @pur**l_*1.
โKalau tidak ada kesadaran, bagaimana bisa disebut bunuh diri?โ tanya yang lain.
Tonton video “Mengapa karyawan Microsoft di China dilarang menggunakan ponsel Android” (ask/fay)