Jakarta –

Read More : Organisasi Buruh Ini Minta UMP 2025 Naik 20%

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan ekspor logam mulia dan perhiasan/permata menunjukkan tren penguatan. Penguatan tersebut bertepatan dengan kenaikan harga emas dan penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

“Dengan meningkatnya harga emas di pasar internasional pada awal tahun 2024, serta menguatnya dolar AS, maka volume ekspor logam mulia, perhiasan atau batu mulia akan menunjukkan tren peningkatan, sebagaimana HS 71 Indonesia menunjukkan peningkatan. tren,” kata wakil menteri. Distribusi dan Pelayanan, Badan Pusat Statistik (BPS) Puji Imartini dalam jumpa pers, Rabu (15/5/2024).

Berdasarkan data yang disampaikannya, ekspor logam mulia dan perhiasan/batu mulia pada Januari 2024 sebanyak 208 ton, Februari 2024 sebanyak 330 ton, Maret 2024 sebanyak 1.082 ton, dan April 2024 sebanyak 747 ton.

Secara nominal sebesar US$563 juta pada Januari 2024, US$448 juta pada Februari, US$1,373 juta pada Maret, dan US$894 juta pada April.

“Indonesia akan mencapai puncak ekspor logam mulia dan perhiasan pada Maret 2024 sebesar 1.082 ton atau 1,37 miliar dolar AS,” ujarnya.

Menurut dia, ekspor logam mulia dan perhiasan/permata terbesar pada Januari-April 2024 adalah ke Swiss sebesar USD 700 juta. Ekspor ini mencapai 21,37 persen dari total ekspor.

Disusul Hongkong USD 492 juta (15,02%), India USD 492 juta (15,01%), Jepang USD 458 juta (13,98%) dan seterusnya. 1,135 miliar dollar Amerika (34,62%).

“Jika dilihat pada periode Januari hingga April 2024, ekspor logam mulia dan perhiasan HS 71 sebagai batu mulia terutama diekspor ke Swiss sebesar US$ 700 juta atau 21,37% dari total ekspor logam mulia dan perhiasan. atau permata seperti HS 71, ”ujarnya. . (acd/kil)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *