Jakarta –
Read More : Pre-order iPhone 16 Series Turun 13% dari Generasi Sebelumnya
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta punya rencana besar agar angkutan umum mudah ditemui di setiap sudut ibu kota. Tujuannya agar masyarakat bisa menemukan angkutan umum setiap 500 meter.
Zulkifli, Kepala Unit Pengelola Sistem Jalan Berbayar Elektronik (SPBE) Dinas Perhubungan DKI Jakarta, mengatakan hal ini merupakan wujud strategi penyediaan angkutan umum dengan sistem regional.
Sejauh ini, 87,5 persen wilayah Jakarta memiliki akses transportasi umum, klaim Zulkifli. Rencananya dalam dua tahun, 100 persen wilayah Jakarta sudah memiliki akses transportasi umum terintegrasi. Jika cakupan wilayah angkutan umum tercapai 100%, maka warga bisa menemukan angkutan umum setiap 500 meter.
Jakarta sekarang menggunakan sistem cakupan seluruh wilayah Jakarta, sebenarnya masih 87,5%, namun diharapkan bisa mencapai 100% dalam 2 tahun ke depan. Artinya, setengah kilo atau 500 meter dari Zolkfili, saat ditemui di All Season Hotel Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (4/7/2024) menjelaskan, asal muasal perjalanan orang tersebut bisa jadi adalah sesuatu yang disebut “SAUM atau sistem transportasi adalah menelepon dan menerima angkutan umum.
Sebelumnya, Zolkfili menjelaskan strategi penyediaan angkutan umum di Jakarta cenderung menggunakan sistem koridor. Artinya angkutan umum belum merata di seluruh pelosok kota Jakarta.
“Jadi Jakarta akan buat sistem transitnya berbasis koridor, jadi Koridor 1 sampai Koridor 13, supaya hanya koridor-koridor itu yang pelayanannya ramai, di daerah lain mungkin sulit dan tidak punya akses transportasi menjelaskan bahwa jangkauan masyarakat mendekati transit.
Ia kembali menegaskan tujuan utama warga Jakarta untuk bisa mendapatkan angkutan umum dalam radius 500 meter. Bus Trans Jakarta, MRT, LRT atau feeder bus seperti mikrotrans atau minibus.
Zulkifli mengatakan, kami ingin bisa menggunakan atau dilayani angkutan umum dalam jarak 500 meter dari tujuan perjalanan. (p/hns)