Jakarta –

Read More : Aktivitas yang Bisa Dilakukan Agar Hidup Panjang Umur sampai Usia 100

Petugas gabungan Satpol PP, TNI, dan Polri di sejumlah daerah sibuk memusnahkan tanaman kecubung. Ini akibat batu kecubung disalahgunakan orang untuk diminum.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Persatuan Dokter Pengembang Obat Tradisional Indonesia (PDPOTJI) dr Ingrid Tania menyoroti pentingnya mengedukasi masyarakat tentang kecubung agar tidak disalahgunakan.

“Sifat manusia itu salah. Kecubung itu tumbuhan liar. Kecubung itu sebenarnya tidak berdosa, jadi harus dimusnahkan,” kata dr Ingrid dalam podcast online Kementerian Kesehatan, Jumat (7/7/2024).

Dr Ingrid menambahkan, karena situasi “panas” saat ini mengenai batu kecubung, pemerintah mungkin bisa memberikan saran mengenai pembatasan penanaman batu kecubung.

“Penanamannya untuk tujuan yang jelas, misalnya untuk pabrik pestisida atau untuk tujuan penelitian,” kata Dr. England.

“Untuk saat ini, masyarakat bisa diedukasi bahwa ada tumbuhan yang sebenarnya memiliki dualisme. Bisa jadi tanaman obat, bahkan beracun. Bukan berarti karena tumbuhan alami maka bisa dimanfaatkan.” dia melanjutkan.

Dr England menjelaskan, tanaman kecubung masih digunakan di luar negeri sebagai pestisida alami.

“Di luar negeri, kecubung digunakan sebagai pestisida alami, dicampur dengan urin sapi. Jadi tanaman terlindungi dari hama dan organik,” kata Dr Ingrid.

“Jadi tidak akan terpapar pestisida kimia berbahaya, itu manfaatnya bagus kan,” lanjutnya. Saksikan video “Para Ahli Mengatakan Buah Kecubung Tidak Layak Dikonsumsi Sebagai Obat Herbal” (DPI/CNA)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *