Jakarta – Banyak kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh dokter kandungan di Garut telah menyebabkan masalah publik. Beberapa tiba -tiba meringankan USG dengan para ahli obgyn pria.
Read More : Ini 8 Cara Mengatasi Kesemutan pada Kaki dan Tangan Secara Tepat
Bahkan, ada banyak indikasi bahwa pasien dapat melihat bahwa dokter melanggar etika. Pertama, pemeriksaan harus disertai oleh perawat dan bidan. Ini berlaku untuk semua fasilitas kesehatan, termasuk klinik dan rumah sakit.
Ariansjah Dara Sjahruddin, SPOG, MKES, FICS menasihati masyarakat bahwa ia memiliki hak untuk mempertanyakan tindakan jika dokter tidak disertai dengan keperawatan atau bidan.
“Selain itu, lidah saya dilarang melarang melanggar hukum, karena iblis atau pasien yang disumbangkan iblis, tiba -tiba dokter itu jahat kemarin, atau pasien mengatakan mereka disumbangkan, bahkan jika tidak, mereka tidak difitnah.”
“Jadi ini berarti bahwa Anda harus menjadi pengawalan dan sebenarnya seorang bidan; jadi harus ada puas di ruang Obgyn Poli, jika bukan perawat, ada perawat, tetapi tidak ada Obgyn Poly, well, ini adalah caranya,” lanjutnya.
Dalam sebagian besar kasus ultrasonik, dokter OBGYN jarang memakai kedua tangan, kecuali untuk posisi perut pasien. Ujian di atas pusar juga hanya tiga jari -empat.
“Di mana kamu hamil dengan perut?
“Tangan kiri Mah jarang aman, kedua tangan sangat jarang, kondisi tertentu ketika mereka ingin meletakkannya, tetapi mereka jarang ingin mendorong sedikit,” katanya.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir, karena pelecehan seksual kemarin memiliki banyak indikasi dalam kasus pelecehan aneh, dan penulis juga memimpin USG pada jam -jam yang tidak wajar ketika poliklinik ditutup.
Berdasarkan sejarah praktis, penulis sebelumnya dilaporkan dalam kasus yang sama.
“Karena itu, ini tidak dapat tersebar luas,” pungkasnya.
Tonton Video: “Video: Bidan Virus Garut mencurigai pelecehan pasien, kantor kesehatan membuka suaranya” (NAF/UP)