Jakarta –
Read More : Jokowi Kumpulkan Menteri di Istana Bahas APBN Prabowo
Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di Beijing pada Kamis pagi untuk bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Kedua rival di Amerika Serikat itu disebut-sebut akan meningkatkan kemitraan strategisnya.
Beberapa hari sebelum dimulainya perang Rusia-Ukraina, Tiongkok dan Rusia mengumumkan kemitraan tanpa batas mereka pada Februari 2022. Konflik terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II masih berlanjut hingga saat ini.
Reuters memberitakan pada Kamis (16/5/2024) Putin memilih China sebagai perjalanan luar negeri pertamanya sejak memenangkan pemilu beberapa waktu lalu. Dia akan kembali berkuasa setidaknya hingga tahun 2030.
Kunjungan Putin mengirimkan pesan kepada dunia tentang prioritas dan kedalaman hubungan pribadinya dengan Xi Jinping. Dalam wawancara dengan Kantor Berita Xinhua Tiongkok, Putin memuji Xi Jinping karena membantu menciptakan kemitraan strategis berdasarkan kepentingan nasional.
“Kemitraan strategis yang belum pernah terjadi sebelumnya antara negara kita ini membuat saya memilih Tiongkok sebagai negara pertama yang akan saya kunjungi setelah menjabat sebagai Presiden Rusia,” ujarnya.
“Kami mengupayakan kerja sama yang lebih besar di bidang industri dan teknologi maju, ruang angkasa dan energi nuklir untuk tujuan damai, kecerdasan buatan, sumber energi terbarukan, dan bidang inovatif lainnya,” tambahnya.
Kedua pemimpin tersebut akan menghadiri peringatan 75 tahun pengakuan Uni Soviet terhadap Tiongkok. Pengakuan ini diumumkan oleh Mao Zedong pada tahun 1949.
Surat kabar Tiongkok menggambarkan kunjungan Putin sebagai kunjungan kenegaraan ‘teman lama’. Sebaliknya, AS memandang Tiongkok sebagai saingan terbesarnya dan Rusia sebagai ancaman nasional yang besar. (ily/rd)