Jakarta –

Read More : Antar Jemaah Umrah, Lion Air Siapkan 66 Penerbangan Setiap Minggu

Pulau Ramree adalah sebuah pulau kecil yang terletak di negara bagian Rakhine, Myanmar. Meski pulau ini dekat dengan Indonesia dan cukup mudah dijangkau, namun pulau ini kurang layak untuk dikunjungi.

Pulau Ramree tak hanya dihuni oleh ratusan buaya air asin, tapi juga menyimpan legenda mengerikan seputar Perang Dunia II. Ingin tahu lebih banyak tentang Pulau Ramree? Mari simak pembahasan lokasi dan demografi Pulau Ramree berikut ini

Menurut ramree.com, Pulau Ramree terletak di lepas pantai Negara Bagian Arakan di Burma (juga dikenal sebagai Negara Bagian Rakhine, Myanmar). Letaknya yang strategis di ujung Teluk Benggala membuat pulau ini menjadi incaran Inggris dan Jepang pada Perang Dunia II.

Di Burma, Pulau Ramri disebut juga Pulau Yangbi atau Pulau Yangbi. Luas wilayahnya sekitar 1350 km2.

Meski menjadi rumah bagi ratusan buaya air asin, pulau ini juga dihuni manusia. Populasi pulau ini diperkirakan mencapai 400.000 orang. Sekitar 50.000 penduduk menempati kota utama Kyaukpyu

Setelah Perang Dunia Kedua pada tahun 1945, pulau ini menjadi cerita legendaris yang dikenal juga dengan nama Pertempuran Pulau Rumri.

Mengutip YouTube Geographics dan ramree.com, Pertempuran Pulau Ramree konon berlangsung selama 6 minggu dari Januari hingga Februari 1945.

Saat itu tentara Inggris sedang menyerang pasukan Jepang di Pulau Ramree. Kondisi ini memaksa tentara Jepang untuk melakukan tekanan sehingga harus memasuki rawa-rawa di sekitar pulau untuk menghindari pasukan Inggris.

Keberhasilan mengelak dari pasukan Inggris nyatanya tak membuat tentara Jepang bisa bertahan. Sebaliknya, mereka menghadapi pertempuran lain dengan kawanan buaya air asin yang tinggal di rawa-rawa di pulau itu.

Pembantaian yang mengerikan dimulai. Sekitar 400 tentara Jepang diyakini tewas dimakan buaya di rawa-rawa dan hutan bakau. Menurut versi lain, sekitar 1.000 orang tewas.

Peristiwa mengerikan ini tercatat dalam Guinness Book of World Records sebagai “Bencana Terbesar yang Dilukai oleh Hewan [Manusia]”, khususnya bencana manusia terbesar yang disebabkan oleh hewan.

Kisah ini kemudian menyebar ke masyarakat dan menjadi legenda urban. Meski kebenaran legenda ini masih dipertanyakan, namun banyaknya populasi buaya di Pulau Rumri membuat pulau ini terlarang untuk dikunjungi.

Seiring berjalannya waktu, Pulau Ramri telah mengalami perubahan ekologi. Menurut laporan, populasi buaya laut yang hidup di pulau tersebut semakin berkurang.

Namun di sisi lain Pulau Ramri berkembang di bidang pertambangan. Menurut ramree.com, Pulau Ramree adalah lokasi jaringan pipa gas dan minyak yang dibangun di sepanjang pantai Samudera Hindia hingga Provinsi Yunnan di Tiongkok.

Pelabuhan yang terletak di Kyaukpyu, kota utama Pulau Ramree, memungkinkan pengangkutan minyak dari Timur Tengah dan gas dari pantai Laut Burma ke Tiongkok.

Biaya pengangkutan minyak melalui jaringan pipa menjadi sumber pendapatan pemerintah Myanmar selain penjualan gas.

Demikianlah pembahasan mengenai Pulau Ramree di Myanmar. Pulau berbahaya yang menyimpan legenda mengerikan tentang pembunuhan manusia oleh buaya. Saksikan video “11 warga Sukabumi ditawan di Myanmar” (inf/fds)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *