Jakarta –
Read More : Kode Redeem FF Hari Ini dari JKT48, Hadiahnya Token SG2 Free Fire
Menteri Keuangan Shri Mulyani Indravati baru-baru ini melakukan kunjungan resmi ke Amerika Serikat (AS). Ia menghadiri pertemuan G20 dan pertemuan musim semi IMF-Bank Dunia.
Sri Mulyani mengumumkan hasil pertemuan tersebut. Dia mengatakan para pembuat kebijakan sekarang fokus pada risiko global.
“Pertama, dalam pertemuan IMF-Bank Dunia dan G20, perspektif global dan pengelolaan risiko ekonomi global sangat besar. Artinya dari segi situasi, kondisi, sikap dan fokus para pengambil kebijakan di bidang ekonomi global. sektor keuangan dan keuangan penting, “risiko atau risiko besar dari perekonomian global” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (26/4/2024).
Risiko ini berasal dari banyak faktor. Ia mengatakan, konflik internasional, khususnya konflik di Timur Tengah, semakin meningkat.
Setelah itu, kondisi perekonomian AS, Federal Reserve AS tidak akan segera menurunkan suku bunga acuannya.
“Keadaan perekonomian Amerika, suku bunga The Fed akan tinggi dalam jangka waktu yang lama, penurunan suku bunga tidak akan terjadi secepat dan secepat perkiraan, yang akan menimbulkan gangguan pada pasar uang, pasar uang dan pasar uang. arus uang, khususnya nilai tukar, arus keluar modal di semua negara masih meluas di luar Amerika Serikat.
“Itu berdampak pada indeks dolar yang menguat, nilai tukar mata uang lain melemah atau terkoreksi sehingga suku bunga tinggi dan capital outflow serta nilai tukar menjadi fokus utama pembahasan,” ujarnya.
Shri Muliani mengatakan, banyak negara berkembang di G20 yang status APBNnya buruk. Sebab defisit dan rasio utang sudah tinggi karena epidemi dan kebijakannya yang berbeda.
“Jadi situasi dengan nilai tukar tetap, suku bunga tinggi di banyak negara, termasuk negara-negara G20, sangat menyulitkan mata uang mereka, biaya pinjaman semakin meningkat. Ini tentu menjadi topik yang akan menarik banyak perhatian. Menteri keuangan dan gubernur bank utama,” ujarnya.
TONTON VIDEO LEBIH LANJUT: AS Tolak Keanggotaan Palestina di PBB, Menlu: Bukan Berarti Kita Menyerah
(acd/rd)