Jakarta –

Read More : Trump Kenakan Tarif 32%, RI Terancam Kebanjiran Produk Tekstil China-Vietnam

Menteri Keuangan Bapak Mulyani Indrawati telah berbicara tentang dampak ekonomi dari jatuhnya helikopter yang menewaskan Presiden Iran Ibrahim Raisi. Menurut dia, dampak meninggalnya Raisi terhadap perekonomian global akan dipertimbangkan dalam penyusunan Kebijakan Makroekonomi dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) bersama DPR.

“Kita lihat keseluruhannya nanti kita diskusikan dengan DPR,” kata Muliani saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2024).

Selain dampak meninggalnya presiden Iran secara ekonomi, pertemuan dengan DPR juga akan membahas pelemahan nilai tukar rupee yang belakangan menyentuh Rp 16.000.

“Minggu depan semua fraksi akan memberikan pandangannya. Dalam diskusi tersebut akan dibahas mengenai makro outlook, nilai tukar, inflasi, suku bunga, harga minyak, kemudian menjadi forum formal untuk membahas berbagai perspektif. dan dinamikanya akan sangat cepat,” jelas Pak Mulyani. .

Menurut dia, dengan pembahasan KEM-PPKF bersama fraksi-fraksi di DPR, pemerintah akan mendapatkan informasi dan pandangan terkini mengenai kondisi perekonomian nasional dan global saat ini.

Harapan KEM-PPKF sebelumnya sudah disampaikan Pak Muliani dalam rapat paripurna DPR. Beberapa indikator yang disampaikan antara lain pertumbuhan ekonomi 5,1-5,5%, imbal hasil SBN 6,9-7,3%, dan nilai tukar Rupee Rp15.300-16.000 terhadap dolar AS.

Kemudian, dengan laju inflasi 1,5-3,5%, ICP menargetkan harga minyak US$75-85 per barel, lift minyak 580-601 bopd, lift gas 1.003-1.047 juta bsmph.

Tonton Juga Video: Helikopter Presiden Iran Jatuh Karena Larangan Suku Cadang, AS Enggan Minta Maaf

(p/hns)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *