Jakarta –

Read More : Minyakita Masih Mahal, BUMN Pangan Bakal Gelontorkan Stok ke Pasar

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan perekonomian global masih kurang baik. Situasi geopolitik yang memanas di Timur Tengah berdampak pada rantai pasokan global.

“Perekonomian dunia yang masih lemah terus mengalami tekanan terutama dari sisi geopolitik. Situasi berubah dengan cepat, ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkatkan gangguan pasokan dan fluktuasi harga komoditas,” kata Sri Mulyani. diambil dari Instagram @smindrawati, Jumat (26/4/2024).

Selain itu, perekonomian Amerika Serikat (AS) juga mulai pulih, namun inflasi masih tinggi sehingga kebijakan suku bunga melebihi ekspektasi pasar. Situasi ini membuat banyak investor mewaspadai pelemahan dolar AS dan mata uang lainnya, termasuk rupiah.

Oleh karena itu, terjadi arus modal keluar di banyak negara dan penurunan mata uang selain dolar, demikian penjelasannya.

Meski demikian, Sri Mulyani tetap yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 5% per tahun pada kuartal I 2024. Inflasi juga disebut terkendali di kisaran 3,05% per tahun.

“Dengan situasi ini, perekonomian kita masih terjaga dengan baik. Menkeu memperkirakan pertumbuhan ekonomi masih berkisar 5% per tahun di Q1 2024. Sampai Maret, PMI kita masih naik di angka 54,2; Indeks Kepercayaan Konsumen masih tinggi di 123,8. indeks penjualan riil juga bagus yaitu 3,5% per tahun.

Dalam keterangan yang sama, Sri Mulyani menjelaskan pendapatan pemerintah terkumpul Rp620,01 triliun hingga akhir Maret 2024 atau turun 4,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year).

Kemudian dari sisi belanja negara, pemerintah menghabiskan dana sebesar 611,9 triliun dolar hingga akhir Maret 2024. Kemudian tercatat masih ada surplus APBN sebesar 8,1 triliun dolar hingga triwulan I atau Maret 2024. (ada/hns)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *