London –
Read More : Ikang Fawzi Tak Sangka Marissa Haque Punya Dampak Besar untuk Banyak Orang
Angie Postkoglu heran fans Tottenham Hotspur tidak punya mental juara. Mereka senang timnya kalah dari Manchester City karena membuat Arsenal kesulitan meraih kemenangan.
Tottenham Hotspur kalah 2-0 dari Manchester City dalam laga Liga Inggris di Stadion Tottenham Hotspur, Rabu (15/4/2024) dini hari. Erling Haaland mencetak dua gol kemenangan tim tamu.
Hasil ini membawa Manchester City selangkah lebih dekat dengan gelar juara Liga Inggris. Mereka kini berada di puncak klasemen dengan 88 poin.
The Lilywhites berharap rival lokalnya Arsenal bisa mengalahkan Manchester City, namun mereka gagal melakukannya. Arsenal saat ini tertinggal dua poin dari peringkat kedua Manchester City. Perebutan gelar juara Liga Inggris akan ditentukan pada pekan terakhir.
Banyak fans Spurs yang tak mau membantu Arsenal bersaing memperebutkan gelar juara. Oleh karena itu, kekalahan dari Manchester City justru ramai dirayakan oleh para pendukung Tottenham karena The Gunners akan sulit meraih kemenangan.
Meski kekalahan ini membuat Tottenham dipastikan tidak bisa lolos ke Liga Champions. Mereka kini berada di urutan kelima dengan 63 poin, tertinggal lima poin dari pemuncak klasemen Aston Villa.
Pelatih Tottenham Hotspur Angie Postkoglu terkejut dengan sikap pendukung timnya. Pria asal Australia itu bahkan sempat adu mulut dengan suporter saat pertandingan berlangsung. Postkoglu sangat ingin membawa Spurs meraih kemenangan. Namun tak semua elemen di kubu Spurs mendukung.
Tadi malam, seorang penggemar terus meminta manajer Tottenham Ange Postecoglou untuk membuang pertandingan itu. Dia akhirnya dimarahi fans… ๐ณ pic.twitter.com/wKPg7gDIzg โ Football Away Days (@FBAwayDays) 15 Mei 2024.
“Mungkin saya salah memahami apa yang menurut saya penting dan apa yang diperlukan untuk menjadi tim pemenang, tapi tidak apa-apa. Itu sebabnya saya di sini. Saya hanya ingin menang, saya ingin sukses di klub ini. Itu saja. De apa . Saya direkrut,โ kata Postecoglou, dikutip BBC.
โSaya tidak peduli dengan prioritas dan kepentingan mereka, saya tidak peduli โ saya tahu apa yang paling penting dalam membangun tim pemenang dan itulah yang ingin saya fokuskan.
“Itu masalahnya, saya tidak bisa memberi tahu orang-orang apa yang harus dilakukan. Mereka bisa mengekspresikan diri sesuka mereka. Tapi ketika kami terlambat memenangkan pertandingan, itu karena penonton sering membantu kami.
โSaya sudah mengetahui apa yang ingin saya lakukan, saya hanya perlu melakukan beberapa penyesuaian terhadap cara saya melakukannya,โ jelasnya.
(murni/krs)