Chiang Mai –
Read More : Mengenal Desa Tertua di Malang: Asal-usul dan Temuan Situs Bersejarah
Chiang Mai di Thailand sekali lagi masuk dalam daftar kota paling tercemar di dunia. Yang mau santai disana, hati-hati!
Kualitas udara di Chiang Mai, salah satu destinasi wisata warisan budaya favorit Thailand, memburuk dalam sebulan terakhir setelah kabut asap tebal menyelimuti pusat kota.
Laporan terbaru dari Pusat Pengendalian Kebakaran dan Pencemaran Hutan menemukan 52 titik api tambahan akibat kebakaran hutan di kota terbesar kedua di Thailand dan Thailand utara.
Hingga saat ini, 166 titik kebakaran telah dicatat oleh Kelompok Teknologi Geo-Informatika dan Antariksa (GISTADA). Total ada 218 titik api dan ini sangat mengkhawatirkan.
Enam stasiun pemantauan kualitas udara di berbagai wilayah di provinsi ini mencatat tingkat partikel sangat halus yang tidak sehat yang dikenal sebagai PM2.5.
Ambang batas kesehatan untuk paparan PM2.5 selama 24 jam adalah 37,5 µg/m³ (mikrogram per meter kubik). Tiga distrik di Mueang masing-masing melampaui batas 53,3 dan 102 µg/m³.
Situs web pemantau kualitas udara IQAir.com melaporkan indeks kualitas udara Chiang Mai mencapai 161 dan tingkat PM2.5 mencapai 74,1 µg/m³ kemarin pagi. Hal ini menjadikan Chiang Mai kota paling tercemar keempat di dunia.
Pada bulan April, Chiang Mai secara konsisten berada pada puncaknya. Menanggapi krisis ini, Gubernur Chiang Mai Nirat Phongsithitawon meyakinkan masyarakat bahwa pihak berwenang melakukan segala upaya untuk mengendalikan kebakaran hutan.
Nirat mendesak semua instansi terkait untuk mengambil langkah-langkah anti-polusi untuk mengatasi polusi debu halus, yang merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dan industri pariwisata lokal.
Tonton video “Ilmuwan Argentina menciptakan ‘pohon cair’ untuk mengurangi polusi” (bnl/fem)