Jakarta –

Read More : Situasi Terkini COVID-19 di Indonesia, Ada 72 Kasus Positif Sepanjang 2025

Plt Gubernur Temanggung Hary Agung Prabowo membenarkan KSP III. Informasi pompa yang dikirimkan wakilnya, Edy Priyono, petugas Kantor Personalia Presiden (PSO), tidak benar. Dalam surat resmi yang dikirimkan, Pak Hary memberikan klarifikasi mengenai pompa air yang digunakan di Desa Balesari Kecamatan Bansari.

Dikatakannya, bantuan unit pompa air tersebut diperoleh dari dana APBD Provinsi Jawa Tengah tahun 2024, karena tidak sesuai peruntukan.

“Subsidi pompa air sudah sesuai peruntukannya dan digunakan untuk mendukung pengembangan kebun pangan hortikultura, bukan subsidi pompa air yang diberikan untuk program penyuluhan padi (PAT) Kementerian Pertanian,” jelasnya secara tertulis. Pernyataan pada Senin (8/5/2024).

Pada proyek PAT 2024, lanjutnya, Kabupaten Temanggung mendapat bantuan pompa air sebanyak 29 unit yang disalurkan kepada Korps Pelayanan 10 unit, Brigade Kodim 10 unit, dan kelompok tani 9 unit melalui APBN.

Pada saat yang sama, bantuan pompa air juga diberikan kepada kelompok tani di Desa Dule, Kecamatan Bejian, sebanyak 9 buah pompa air; Desa Sepon, Kecamatan Beyen; Desa Kalantejo Kecamatan Jumo; Desa Keng Pho, Distrik Kalum; Desa Pendo, Kecamatan Kalum; dan Desa Rejosari, Pringsurat.

“Hal ini akan memastikan Bansari tidak menjadi sasaran PAT di wilayah Temanggung pada tahun 2024 karena merupakan kawasan hortikultura khususnya lada untuk mendukung upaya pengendalian inflasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Pertanian (Kyakhstan) menegaskan, kegiatan pemompaan air menggunakan APBN difokuskan untuk meningkatkan peningkatan budidaya (PAT) produk beras. Hal ini untuk meningkatkan produksi dan mengawetkan pangan terutama saat cuaca berubah.

Bapak Moch Arief Cahyono, Kepala Kantor Humas dan Informasi Kementerian Pertanian, menyatakan penyesalannya atas informasi palsu dan tidak akurat yang diungkapkan kepada publik dalam forum resmi.

Pernyataan tersebut tidak terkait dengan pemberian informasi mengenai pompa air dan menimbulkan kesan buruk bagi Kementerian Pertanian, padahal yang jelas proyek pompa air tersebut sudah dilaksanakan di beras dan sudah dicek. Masuk APBD Temanggung adalah diterima lewat,” tegasnya.

Arief menjelaskan, proyek bantuan pompa air di Desa Balesari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah ini bersumber dari Dana Bagi Hasil Hasil Tembakau (DBHCHT) atau APBD Provinsi Jawa Tengah.

“Pompa ini tidak bersumber dari anggaran APBN. Namun Kementerian Pertanian akan terus mendukung pemasangan pompa jenis ini asalkan membawa manfaat besar bagi petani,” kata Arief.

Dikatakannya, Kementerian Pertanian telah menetapkan kebijakan dan langkah peningkatan produksi pangan untuk menghadapi perubahan iklim, menyediakan pangan yang cukup bagi masyarakat dan mendukung tujuan Indonesia menjadi keranjang pangan dunia.

“Budidaya menyasar lahan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi pangan nasional, karena merupakan produksi padi dan jagung, merupakan lahan tadah hujan yang meningkatkan indeks budidaya (IP) dengan potensi sekitar 3 Juta hektar. ladang hujan. dapat meningkatkan indeks penanaman dan produktivitas,” jelas Arief.

Arief menambahkan, kegiatan pemompaan air yang didanai dana APBN dengan bantuan pemerintah akan diberikan kepada kelompok tani/perkumpulan petani (Poktan/Gapoktan) atau P3A/GP3A yang memenuhi kriteria. Bantuan pemompaan juga harus sesuai dengan petunjuk praktis (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) yang dikeluarkan Kementerian Pertanian.

Dikatakannya: Tujuan dari operasi pemompaan adalah untuk meningkatkan kapasitas penyediaan air irigasi untuk mempercepat pembajakan dan Pengolahan serta menambah jumlah lahan sawah (pompa) lebih banyak.

Simak video “Jokowi Kaji Subsidi Pompa Air di Sulsel: Tingkatkan Produktivitas Petani” (prf/ega)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *