Jakarta –

Read More : Mau Panjang Umur Seperti Orang Jepang? Rajin Konsumsi 8 Makanan Ini

Otak bisa mempunyai banyak masalah, namun seorang ahli saraf baru-baru ini mengungkapkan “penyakit saraf terburuk” yang pernah dilihatnya.

Orang dengan penyakit langka ini mungkin merasa baik-baik saja di dalam, namun di luar kehidupan mereka berubah total.

“Sebagai seorang ahli saraf, saya melihat banyak situasi yang memilukan, tetapi ini mungkin salah satu yang terburuk,” kata ahli saraf Dr. Bing, MD melalui NYPost, Sabtu (30/11/2024).

“Bayangkan Anda sangat sadar, Anda bisa merasakan, mendengar, melihat dan berpikir jernih tentang segala sesuatu yang terjadi – tapi Anda tidak bisa bergerak atau berbicara sama sekali, Anda hanya bisa menertawakan dan menggerakkan mata Anda ke atas dan ke bawah,” jelasnya. .

Ia berbicara tentang Locked-In Syndrome (LIS), yang disebabkan oleh kerusakan sebagian pada otak, biasanya akibat stroke, penyakit yang merusak selubung saraf (penyakit demielinasi), atau cedera lainnya. .

Orang dengan penyakit terkunci lebih tahu, tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain menggerakkan mata atau berkedip. Seringkali mereka memerlukan trakeostomi (mesin pernapasan) untuk bernapas dan gastrostomi (tabung G) untuk makan dan minum.

Karena kelumpuhan ini, mereka tidak dapat berbicara, berkomunikasi, atau merasakan sakit. Hal ini membuat penyakit ini sulit untuk didiagnosis, dan beberapa orang yang menderita penyakit ini secara keliru dinyatakan mati otak.

Beberapa tes seperti MRI dan EEG diperlukan untuk mendiagnosis nyeri tersumbat. Kondisi ini jarang terjadi, hanya menyerang sekitar 1% pasien stroke, dan saat ini belum ada obat untuk mengobatinya. Meskipun beberapa pasien mengalami pemulihan dalam hal mobilitas, pemulihan total jarang terjadi.

“Sayangnya, saya telah melihat banyak kasus yang terkunci. Semua pasiennya tua atau muda, dan mereka semua menderita dislokasi serviks dan stroke,” kata Dr. Bing.

Namun adanya kondisi berbahaya ini membuat kesehatan otak perlu diperhatikan secara serius.

“Itulah mengapa sangat penting untuk menjaga otak dan mencegah hal-hal seperti stroke,” kata Dr. Bing. “Karena sebagian besar penyakit stroke tidak berakibat fatal, namun orang tersebut menjadi cacat seumur hidup,” ujarnya. Tonton video “Ahli Saraf: Polusi Suara Penyebab Baru Tekanan Darah Tinggi” (kna/kna)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *