Jakarta –

Read More : Terkuak! Ini Jalur Tikus buat Selundupkan Baju Bekas di Perbatasan RI-Malaysia

Pemerintah saat ini terus mempercepat transformasi digital untuk meningkatkan pelayanan publik. Plt Direktur Badan Tata Usaha Negara (ALU) Muhammad Taufiq mengatakan masih banyak tantangan dalam proses transformasi ini, salah satunya adalah transisi dari sistem teknologi lama ke sistem teknologi baru, dan selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah transisi. dari budaya kerja lama ke budaya baru.

“Jangan sampai mekanismenya berubah begitu saja, tapi cara kerjanya masih manual, pola pikirnya masih lama, sehingga SDM punya peran penting dalam transformasi digital di lingkungan birokrasi,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis. . (8/8/2024).

Ia mengatakan tantangan lainnya adalah mentransfer budaya kerja lama ke budaya baru. “Jangan sampai mekanismenya berubah begitu saja, cara kerjanya masih manual, pola pikirnya masih lama, sehingga SDM punya peran penting dalam transformasi digital di lingkungan birokrasi,” ujarnya.

Menurutnya, dalam proses perubahan selalu ada potensi resistensi atau penolakan. Untuk itu keberhasilan transformasi digital sangat memerlukan dukungan manajemen perubahan yang baik. “Pimpinan di lembaga harus memberikan ruang agar organisasi bisa mulai melaksanakan transformasi. Birokrasi yang terlalu rumit dan kusut perlu dikaji ulang, agar birokrasi tangkas, adaptif terhadap tuntutan perubahan,” imbuhnya. . .

Untuk menjawab tantangan tersebut, jelas Taufiq, diperlukan model kepemimpinan yang berperan sentral dalam percepatan transformasi digital. Tak hanya itu, talenta-talenta digital yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital harus dipersiapkan secara matang.

Dari segi kebijakan, Pemerintah mengambil Keputusan Presiden No. 82/2023 tentang percepatan transformasi digital dan integrasi layanan digital nasional. Menurutnya, kepemimpinan merupakan kunci keberhasilan implementasi kebijakan Pemerintah. Dibutuhkan pemimpin yang memiliki wawasan digital, yang mampu menjadi sentral dalam membangun kolaborasi, transisi teknologi dan kesiapan sumber daya manusia ASN.

Keberhasilan transformasi digital ini diharapkan mampu menyelesaikan berbagai permasalahan birokrasi seperti mengubah cara berpikir dari ego sektoral menjadi klien, mengubah cara pandang birokrasi yang masih dianggap dominan dalam kewenangannya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat. keterampilan digital. sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dan keahlian digital (kecerdasan digital) untuk melayani masyarakat, dan terakhir model kepemimpinan yang mampu mengelola transformasi digital tersebut.

Rektor Universitas Padjadjaran Arief Yahya menjelaskan saat ini sudah memasuki pusaran digital, akibat berbagai sektor terdistorsi oleh teknologi, beberapa sektor terdisrupsi oleh teknologi pada layanan digital, pendidikan, telekomunikasi, media hiburan, pariwisata. Guna menunjang keberhasilan transformasi digital, terdapat 3 nilai yang perlu ditingkatkan, yaitu nilai biaya dimana layanan menjadi lebih murah dan gratis, nilai pengalaman yang memberikan pengalaman digital yang mudah diakses masyarakat, dan akhirnya nilai platform yang mengintegrasikan semua layanan dalam satu platform.

Oleh karena itu, sebelum kita melakukan transformasi digital, kita perlu mengubah pola pikir pegawai negeri menjadi digital, kata Arief Yahya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Pelaksana Dewan Informasi dan Teknologi Nasional Ilham Akbar Habibie mengatakan tren layanan teknologi digital saat ini adalah penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam setiap aplikasi pemerintahan, penggunaan geospasial, dan penggunaan teknologi geospasial. teknologi, virtual reality, augmented reality yang memungkinkan institusi publik merancang layanan virtual yang dapat terhubung dengan sumber daya digital dan akhirnya mengkolaborasikan dan mengintegrasikan seluruh layanan pemerintah tanpa ego sektoral dan mentalitas silo.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pengembangan Digital Kedutaan Besar Inggris Charis Mc. Carter mengatakan tantangan transformasi digital di sektor publik Inggris pada awalnya sulit karena adanya resistensi terhadap perubahan, permasalahan data pribadi, dan kebijakan yang belum mendukung transformasi digital.

Namun beberapa langkah yang dilakukan pemerintah Inggris untuk mendorong transformasi digital antara lain perbaikan infrastruktur digital, pelatihan digital bagi pengambil kebijakan, dan perubahan pola pikir aparat birokrasi untuk berinovasi dan berkolaborasi guna mendukung keberhasilan transformasi digital.

Sementara dari pihak swasta, Komite Tetap Program Inisiatif Komunikasi dan Informasi Baru Kamar Dagang (KADIN), M. Fajrin Rasyid menyampaikan pentingnya kerja sama antara swasta dan pemerintah dalam mendukung transformasi digital. Kerja sama tersebut dapat dicapai melalui kerja sama antara pemerintah dan swasta, melakukan pelatihan SDM digital bagi pegawai dan melakukan berbagai pengembangan aplikasi digital yang bertujuan untuk memuaskan pelayanan publik. (lunas/lunas)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *