Jakarta –
Read More : HUT Ke-60 Telkom, 12.500 Peserta Ramaikan Digiland Run 2025
Indonesia menghadapi tantangan integrasi di era digital. Keberadaan Starlink akan membantu menyelesaikan tugas tersebut, namun keamanan siber akan menjadi tantangan berikutnya.
Pusat Penelitian Keamanan Siber CISSReC menunjukkan bahwa layanan internet melalui satelit seperti Starlink bermanfaat karena masih banyak wilayah yang belum memiliki akses internet, terutama wilayah lepas pantai dan perbatasan (3T) yang belum berkembang.
Daerah yang tidak dapat dijangkau oleh infrastruktur berbasis darat dapat diatasi dengan satelit berbasis darat dan memberikan sinyal ke lokasi yang dituju. Selain meningkatkan perekonomian lokal, juga efektif mengurangi kesenjangan digital.
Namun, di tengah hebohnya peluncuran resmi Starlink di Indonesia, Direktur CISSReC Pratama Persada mengatakan perusahaan milik Elon Musk itu mendapat banyak perhatian, mulai dari proses perizinan yang cepat hingga kegembiraan berbagai pejabat pemerintah menyaksikan karpet merah.
Pratama mengatakan, salah satu permasalahan yang muncul adalah Network Operation Center (NOC) Starlink yang melayani pelanggan di Indonesia saat ini tidak beroperasi di Indonesia dan didukung oleh NOC yang berada di luar negeri.
“Mendirikan NOC di Indonesia akan memberikan dana investasi yang lebih tinggi, namun hal ini dapat dimaklumi karena mungkin tidak banyak pelanggan dalam beberapa tahun pertama beroperasi,” kata Pratama. .
Pratama menjelaskan, lokasi NOC tidak ada hubungannya dengan kedaulatan digital atau keamanan siber Indonesia, karena peran NOC adalah memantau infrastruktur Starlink untuk memastikan layanan tidak terganggu.
“Memiliki Starlink NOC di Indonesia akan memudahkan pemerintah untuk bekerja sama dengan Starlink ketika ada kebutuhan untuk bekerja sama dalam langkah-langkah seperti pemberantasan perjudian dan pornografi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pratama mengatakan Starlink bekerja sama dengan Network Provider (NAP) layanan berbasis internet untuk mendapatkan izin Internet Service Provider (ISP), karena NOC Starlink belum berdiri di Indonesia. Jika Anda memerlukan tindakan yang dapat meningkatkan keamanan dan keselamatan negara di saat krisis, seperti penyadapan dan pengawasan, Anda dapat melakukannya melalui agen NAP, yang menjual layanan tulang punggung Internet ke Starlink.
Hal ini merupakan hal yang baik, menurut Pratama, karena sebelumnya Starlink tidak mau bekerja sama dengan NAP lokal dan malah menggunakan Laser Link yang menghubungkan setiap satelit sebagai backbone internet untuk layanannya di Indonesia. Pemerintah tidak akan melakukan apa pun. Infrastruktur yang digunakan memungkinkan kami untuk mematuhi peraturan dan hukum Indonesia.
(Agustus/Fay)