Jakarta –

Read More : Angka Stunting Nasional Naik, Pemerintah Siapkan Intervensi Besar

Secara umum kita bisa mendefinisikan seorang narsisis sebagai orang yang menyukai atau sering menunjukkan dirinya di media sosial. Ini normal dan tidak menjadi masalah.

Meskipun kami menggambarkan narsisme sebagai sifat harga diri, itu adalah sifat positif yang harus dimiliki.

Namun, sampai batas tertentu, terlalu percaya diri atau narsisme bisa berubah menjadi gangguan mental yang disebut dengan gangguan kepribadian narsistik (narcissistic Personality Disorder/NPD). Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai NPD, berikut penjelasan lengkap apa itu Narcissistic Personality Disorder (NPD)?

Menurut Mayo Clinic, NPD merupakan suatu kondisi kesehatan mental yang membuat seseorang merasa sangat penting.

Mereka menginginkan banyak perhatian dan ingin orang menghargainya. Orang dengan kelainan ini tidak bisa memahami atau peduli terhadap perasaan orang lain.

Dengan kata lain, NPD bersifat terlalu percaya diri atau narsis hingga merasa sangat penting, istimewa, hingga merendahkan orang lain.

Padahal, di balik rasa percaya dirinya yang sangat kuat, perasaannya sangat rapuh dan mudah patah, karena peka terhadap kritik sekecil apa pun. Apakah NPD merupakan penyakit keturunan?

NPD bukanlah kelainan bawaan, dengan kata lain tidak ada seorang pun yang dilahirkan dengan kelainan tersebut. Seperti halnya kondisi kesehatan mental lainnya, lingkungan merupakan faktor penting dalam berkembangnya NPD.

Contoh perkembangan NPD adalah anak-anak yang dituntun untuk percaya bahwa dirinya istimewa dan selalu pantas mendapatkan yang terbaik, terkadang dengan mengorbankan orang lain.

Kemudian, kualitas ketegasan ini sering kali dihargai sementara empati diabaikan atau tidak pernah dilatih.

Ini adalah contoh pola asuh orang tua yang dapat menyebabkan NPD, namun gejala tersebut juga bisa disebabkan oleh trauma atau gejala gangguan kepribadian narsistik (NPD) lainnya.

Duke Health merangkum gejala-gejala yang menandakan seseorang mungkin mengidap NPD. Gejala ini disebut “M Khusus”, yang merupakan kependekan dari banyak gejala NPD.

SAYA KHUSUS artinya sebagai berikut: S = Rasa mementingkan diri sendiri (merasa penting dan istimewa) P = Keasyikan dengan kekuasaan, keindahan, atau kesuksesan (banyak memikirkan kekuasaan, keindahan, atau kesuksesan) E = Berhak (selalu memiliki segalanya dengan perasaan berhak) C = Hanya bisa berada di sekitar orang-orang yang penting atau istimewa (hanya ingin berhubungan dengan orang-orang yang dianggap penting atau istimewa) I = Secara pribadi eksploitatif untuk keuntungan pribadi. (sering memanfaatkan orang lain untuk kepentingan pribadi) A = Sombong (sangat angkuh dan sombong) L = Kurang empati (tidak peduli perasaan orang lain) M = Admiring (haus akan pujian) Cemburu pada mereka (sering merasa iri) pada orang lain orang atau selalu percaya bahwa orang lain iri padanya)

Menurut Duke Health, profesional kesehatan mental terlatih menggunakan 9 poin ini untuk melakukan wawancara terstruktur guna mendiagnosis seseorang dengan NPD.

Jika seseorang secara konsisten menunjukkan setidaknya lima sifat MA, seorang profesional akan menganggap mereka menderita NPD.

Namun ingatlah untuk tidak mendiagnosis diri sendiri, karena hanya profesional terlatih yang dapat mendiagnosis penyakit mental.

Demikianlah gambaran NPD yang merupakan penyakit mental narsistik atau gangguan kepribadian narsistik. Jika Anda memerlukan bantuan untuk menghadapi situasi ini, cobalah berkonsultasi dengan dokter spesialis. Tonton video “Apa yang harus dilakukan jika Anda memiliki masalah penyimpanan” (inf/inf)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *